-->

6 Realita Setelah Menikah yang Tidak Sesuai Ekpestasi

6 Realita Setelah Menikah yang Tidak Sesuai Ekpestasi

Faktanya 3 dari 10 wanita mengalami sedih berkepanjangan, bahkan masuk ke fase depresi setelah menikah. Terutama di awal-awal tahun pernikahan. Dari hal itu apakah depresi setelah menikah itu adalah hal yang wajar? 

Sabar ya teman-teman. Ternyata banyak sekali wanita yang mengalami hal serupa penyebabnya apa saja. Berikut catatan baru akan bahas secara lengkap mengenai hal tersebut.

Sifat Pasangan Jauh Berbeda dari Ekspektasi

Pertama sifat pasangan yang jauh berbeda dari ekspektasi kita. Oke sebelum kalian menikah saat pacaran karena tidak tinggal selama 24 jam dengan pasangan. Jadi semua sifat-sifat yang dikeluarkan nggak sifat yang baik-baik saja. Membuat pesona dan terkesima sehingga yang selalu menimbulkan rasa jatuh cinta setiap hari.

Setelah menikah dalam waktu 24 jam bersama dengan pasangan, sifat-sifat baik itu hanya bertahan dalam waktu 6 bulan saja. Selebihnya akan muncul semua sifat buruk dari pasangan. Misalnya suka main tangan itu baru terlihat ketika kalian setelah menikah. Yang jelas banget dong yang diluar ekspektasi itu membuat kita berpikir bahwa Ya Tuhan bener nggak sih aku menikah dengan dia. Rasanya aku benar-benar menyesal karena dia tidak sesuai dan tidak seperti saat awal kita bertemu di sana membuat tangan menjadi lebih sedih berkepanjangan. 

Pasangan yang Tidak Menerima Kita dengan Baik 

Mungkin saat pacaran keluarga pasangan menerima dengan terbuka. Namun setelah menikah setiap hari berjumpa ikut dalam acara keluarga, bertetangga, bahkan tinggal serumah semua sifat-sifat buruk akan terlihat.

Misal bentrok dengan ipar sepupu mertua itu akan membuat kita merasa tidak spesial lagi. Bahkan yang paling parah adalah ketika pasangan kita lebih memilih keluarganya daripada mengutamakan kita. 

Disana akan membuat wanita merasa sedih berkepanjangan dan rasa menyesal telah menikah. 

Harus berhenti bekerja dan merelakan semua kehidupan masa lajangnya

Entah karena mengurus keluarga, mengurus suami ataupun mengurus anak. Biasanya wanita yang bekerja mendapatkan penghasilan sendiri, bebas ke mana saja, bebas menggunakan uangnya dengan senang hati. Namun ketika menikah harus berhenti bekerja karena mengurus anak ataupun keluarga. 

Apalagi suaminya pelit kepada istri. Itu akan membuat kita menjadi lebih sedih berkepanjangan. 

Merasa Lelah Mengurus Rumah

Biasanya kita mengurus diri sendiri. Namun setelah menikah kita dihadapkan oleh pekerjaan rumah yang banyak sekali. Nyetrika, nyuci, ngepel nyapu dan segala macam.

Bersyukur jika misalnya Kalian ada yang membantu bisa menyewa ART atau suaminya mau membantu pekerjaan rumah tangga. Namun jika suami pulang kerja hingga larut malam dan tidak mau membantu sama sekali dengan pekerjaan rumah. Jelas aja dong yang awalnya kita aktif di luar, sekarang harus diam di dalam rumah dan besarkan semua pekerjaan rumah yang sangat berat tersebut, yang buat kita jadi sumpek dan itu membuat anda menjadi lebih sedih sekali, lelah berkepanjangan, kurang waktu untuk membahagiakan diri sendiri dan itu bisa memicu munculnya depresi pada wanita. 

Untuk itu kamu bisa mencoba untuk membahagiakan diri sendiri mencari night-time breakfasting ataupun membagi pekerjaan dan bisa menghibur diri sendiri dengan cara menonton TV,  nonton, film Korea.

Membesarkan Anak 

Membesarkan anak juga bisa membuat perempuan depresi jika tidak memiliki bantuan dari suami bahkan dari pihak pasangan tidak mau membantu sama sekali ketika kita mengurus anak. Itu akan membuat kita menjadi sangat mudah untuk mengalami kesedihan berkepanjangan.

Kehidupan S3ksual

Jangan diabaikan ya. Kehidupan ini bukan hanya sekedar memuaskan hawa nafsu saja. Kadang seringnya istri merasa menjadi boneka. Jadi ketika suaminya ingin bernafsu isi digunakan. Tapi sering tidak puas yang akhirnya mencari pelampiasan sendiri atau bahkan hanya disayang-sayang ketika ingin saja.

Itu yang biasanya membuat wanita merasa aku tuh cuman jadi bahan pemuas aja ya bukan dipuaskan. walaupun terlihat kleise tapi urusan panjang ini sangat penting sekali, jangan sampai malah kalian sirih mencari pelampiasan keluar hanya karena tidak bahagia dengan suami di ranjang. 

Apalagi jika suami tidak mau menyentuh sama sekali. Nah itu yang lebih ditakutkan lagi kenapa karena ibaratnya laki-laki secara naluri pasti menginginkan pelampiasan ketika dia tidak mendapatkan di rumah. 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel