-->

4 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar tidak Boros

4 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar tidak Boros

Jujur ya, pada waktu awal pernikahan aku itu sama sama teman-teman jadi bener-bener suka banget untuk mengatur keuangan. Padahal kita punya dua gaji yang berbeda gitu. Suami pegang gaji sendiri, aku pengen istri tapi entah kenapa tabungan itu cepat hilang hilang gitu aja.

Nah setelah itu di tahun kedua. Aku mau mengatur strategi ini bener-bener dirubah banget keuangan pada rumah tangga.

Gimana caranya?

Nah pada kesempatan ini catatan baru akan membagikan tips cara mengatur keuangan rumah tangga setelah menikah. Namun ini gak berlaku buat teman-teman yang uangnya udah banyak ya ekonominya udah bagus.

Buat Satu Pintu

Jadi pengeluaran kita dan pemasukan itu dibuat satu pintu gaji. Suami itu aku yang pegang dan gaji aku pegang sendiri. Jadi kita tahu berapa pemasukan keluarga secara real, agar kita bisa memetakan pengeluaran-pengeluaran juga.

Nah misalnya nih gaji suami sama gaji aku di total selama satu bulan 20 juta. Jadi aku udah tahu nih 20 juta mau aku buat apa. Kalau misalkan kita pegang uang tersebut sendiri-sendiri itu yang bikin keuangan jadi berantakan.

Jadi kita harus sama-sama punya mindset yang sama punya keinginan yang sama dan tujuan yang sama untuk Selama 1 bulan dalam satu keluarga. 

Petakan Pos Tertentu

Digaji digaji 20 juta ini aku sudah punya pemetaan sendiri-sendiri. Nah kalau misalnya baru nikah itu waktu yang paling bagus untuk berinvestasi, untuk menabung, untuk menyimpan uang. Kenapa, karena kita masih belum punya tanggungan, belum punya anak yang harus di biaya sekolah. Mangkanya harusnya pada waktu baru awal nikah itu adalah kesempatan emas untuk menabung. 

Nah dengan gajian itu akhirnya aku buatlah pos-pos tersendiri. Tabungan tersendiri untuk kehidupanku. Misalnya kayak suami-suami kalau misalnya sekolah nanti sekolah perlu dana banyak. Aku harus menyiapkan dari sekarang di aku tabungkan untuk sekolah. Suami aku tabungkan sekitar 3 juta.

Oke lalu aku mau berinvestasi tentang rumah, aku pengen beli rumah nanti kedepannya. Jadi aku menabung dari sekarang. Setelah itu aku ingin punya tabungan untuk anak-anakku.

Jadi aku sudah menabungkan di ATM lain untuk anak-anak sekitar 2 juta sekolah dari sekarang. Uangnya tinggal Sepuluh juta. Nah setelah itu aku buat pose suami. Kalau misalnya mau jajan setiap bulan di luar, pulsa di luar, makan di luar, transport itu aku kasih 1 juta.

Nah yang dua juta ini aku bayar buat art untuk jagain anak-anakku untuk jaga anak, usahaku dan bayar internet. Masih ada satu juta. Lima juta untuk makan kita bertiga sama susu bayi dan lain-lain. Masih ada sisa dua juta dua juta ini aku buat untuk kesenangan keluarga. 

Jadi kelar deh. Jangan sampai ilang ya. Karena kebahagiaan keluarga itu sangat penting banget nih untuk kesejahteraan dan rezeki kita. Jadi kalau misalnya nggak bahagia, istri nggak bahagia, suami nggak bahagia, akan semakin susah untuk rezeki ke depan. 

Makanya dua juta ini biasanya disimpan untuk jalan-jalan atau buat belanja sesuatu yang tidak melebihi dari kapasitas tersebut. Jadi dari kajian 20 juta itu yang aku tabung sekitar 10 juta. Sisanya untuk akomodasi sehari-hari di keluarga. 

Nah jadi begitu ya teman-teman itu kita sudah punya posnya masing-masing. 

Nah biasanya akan meningkat pertahunnya. Tapi tolong banget nih untuk keuangan keluarga jangan dinaikkan gengsinya Oke 3 juta kalau gaji 30juta kita bisa beli baju harga rp150.300 itu. Namun ketika gaji meningkat jadi 20 juta langsung beli baju harga Rp500.000 satu juta sampai 2 juta.

Itu yang menjadi masalah besar jadi ketika terjadi peningkatan gaji yang aku lakukan adalah gajian langsung aku masukkan kode pos itu. Jadi biar dia tidak hilang.

Karena terkadang kalau misalnya kita punya gajian. Banyak di ATM ada uang tunai banyak biasanya ada aja keinginan untuk menggunakan. Entah untuk beli elektronik baru. Entah untuk beli baju baru, untuk untuk investasi yang nggak tahu macam-macamnya lah ya. Entah ada saudara ingin meminjam gitu kan. 

Mangkanya biar nggak hilang kasat mata langsung taruh gaji tersebut ke ATM deposito setiap bulan itu. Langsung aku masukkan kode pos itu. Misalnya ada penambahan 4 juta 5 juta itu langsung aku lenyapkan ke depo situ. Jadi nggak aku lihat. 

Lalu kurangi jajan jajan yang nggak penting. Biasanya kita sering banget setiap bulan karena hampir belanja baju, sepatu, belanja tas dan macam-macam. Tapi setelah menikah itu dikurangin dulu Jangan jangan mentang-mentang duit banyak akhirnya dibuat untuk belanja belanja tersebut.

Kecuali kalau misalnya kalau memang sudah duitnya banyak banget ya.

Nah, jadi setelah menikah aku lebih jarang untuk beli baju. Beli baju itu satu tahun dua sampai tiga kali. Kalau misalnya dibutuhkan untuk tas dan sepatu. Biasanya aku tunggu rusak dulu. Kalau misalnya sepatu sama tas sudah rusak Biasanya aku baru beli lagi. Daripada beli baju banyak tapi nggak tahu mau pakai kapan. 

Kebiasaan wanita apalagi kayak kosmetik ya. Kosmetik itu banyak banget pilihannya, ada banyak banget warnanya, banyak banget jenisnya dan itu yang aku hemat, aku irit. Jadi untuk kosmetik Aku jarang banget belanja kecuali kosmetik kosmetik yang Premiere gratis Kayak foundation sunblock lipstik. Itu aku cukup punya satu aja nggak usah berbagai jenis macam gitu kan, Ya malah makin bingung makainya. 

Hindari Jananan yang Nggak Penting

Nah itu, terus habis itu hindari jajan jajan makanan yang nggak penting. Biasanya kalau misalnya dulu sebelum menikah itu sering banget belanja. Makanan fast food seperti itu dan itu lumayan banget pengeluarannya teman-teman.

Kadang sehari itu bisa Rp50000 sampai Rp100.000 Wow banyak banget. Akhirnya setelah menikah itu aku akalin. Aku bikin sendiri dirumah. Misalnya kayak bikin es teh sendiri, bikin kopi sendiri ya walaupun nggak seenak Starbucks gitu.Ya bikin McD sendiri itu itu bener-bener lebih enak banget. Daripada kita harus belanja di luar. 

Nah itu sangat menghemat sekali untuk pengeluaran rumah tangga investasi sejak awal menikah. Ketika awal mereka itu bener-bener Golden period banget. Kalian berinvestasi untuk menyimpan uang kenapa. Karena kalian belum ada tanggungan hitungan. 

Kalau misalnya aku. Biasanya aku langsung masukkan ke deposito. Kalau misalnya kalian bisa dimasukkan ke investasi Barang tidak bergerak. Seperti rumah mau beli tanah mau nyicil dulu juga boleh. Pokoknya dibuat investasi dulu biar gajian Itu tampak mata gitu. 

Tapi jangan belanja barang-barang yang nilai ekonomi akan turun. Misalnya seperti beli mobil. Kalau di mobil kan ketika dijual di akan turun Jatoh ya, elektronik itu pasti akan jatuh banget.

Nah. Belilah barang-barang yang harganya akan meningkat dari waktu ke waktu. Terutama tanah, rumah, reksadana. 

Saat baru menikah ya teman-teman hindari menggunakan asuransi yang tidak jelas. Banyak banget orang-orang yang menawarkan asuransi ini. Aku nggak perlu sebut mereknya yang ternyata ketika kita menabung di asuransi tersebut bertahun-tahun hasilnya zonk banget. Tidak sesuai dengan fakta.

Nah ini harus kalian waspada. Mendingan dibuat investasi yang nyata daripada dimasukkan ke asuransi yang aku udah kapok bawanya pakai asuransi itu ya, kecuali kalau asuransi kesehatan asuransi kesehatan kan pasti ada BPJS.

Ada asuransi kesehatan macam-macam merk nya ya yang bener-bener nyata khasiatnya yang bener-bener kita gunakan. Tapi kalau misalnya asuransi-asuransi masa depan yang kita nggak tahu keuntungannya, berapa duitnya, jangan deh. 

Jangan tertipu, Jangan tergoda, karena banyak banget penipuan-penipuan tembakan. Banyak banget yang katanya dibilang habis 5 tahun itu investasi kita bakal 100% bahkan sampai 30%. 

Tapi ternyata pada waktu mencapai tahun tersebut malah jatuh habis duitnya hilang. Gak tau kemana. 

Jangan Terlena Belanja Elektronik yang Tidak Penting

Yang terakhir jangan terlena untuk belanja barang elektronik elektronik yang tidak penting, maupun elektronik keluaran baru. Misalnya kayak pengen beli beli HP baru pengen, pengen beli laptop baru, kamera baru. Jika memang fungsinya tidak benar-benar digunakan. 

Kenapa? karena elektronik itu harganya akan turun dan jatuh banget kan itu. Kalau misalnya duit kalau sudah banyak yang gak apa-apa gonta-ganti handphone, gonta ganti laptop. 

Kalau misalnya kayak kita masih muda kan buat gengsi-gengsian. Tapi kalau udah nikah buat apa nggak ada gunanya. Lebih baik untuk investasi ataupun tabungan buat masa depan anak.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel