-->

Inilah 12 Hal yang Bisa Kita Kendalikan Dalam Hidup

Inilah 12 Hal yang Bisa Kita Kendalikan Dalam Hidup

Beberapa hal dalam hidup memang sudah ditakdirkan Tuhan kepada diri kita. Kita tidak pernah bisa memilih akan lahir dimana, dari ayah atau ibu siapa. Kita juga tidak bisa memilih warna kulit, hidung mancung atau pesek dan lain sebagainya. 

Tapi Tuhan memberikan banyak kebebasan untuk kita. Kita bebas untuk memilih, kita bebas untuk mengendalikan selera dan pilihan kita. Dalam hidup ini beberapa hal yang bisa kita kendalikan. Berikut catatan baru berikan beberapa hal yang bisa kita kendalikan dalam hidup.

Ekspektasi Kita 

Kita lahir dengan kondisi yang berbeda. Ada yang lahir dari orang kaya, ada yang lahir dari orang yang tidak punya, ada yang terlahir dengan paras cantik, ada yang lahir dengan paras yang biasa-biasa saja. 

Itu semua adalah pemberian Tuhan yang sama sekali tidak bisa kita rubah. Yang bisa kita kendalikan adalah ekspektasi kita tentang hidup. Jika kita memang terlahir dari orang yang tidak terlalu kaya, jangan berekspektasi bahwa hidup akan semulus seperti anak presiden misalnya. 

Jika memang paras kita pas-pasan jangan berekspektasi kita akan diperebutkan oleh lawan jenis. Maklumi dan terimalah apa yang tidak bisa kita rubah. Kemudian fokuslah pada sesuatu yang bisa kita kendalikan. 

Jika memang paras kita pas-pasan, kita masih bisa berusaha untuk lebih berprestasi daripada orang lain. Kita masih bisa memilih untuk berusaha menjadi lebih pandai dari orang lain dan lain sebagainya. Jadi terimalah yang tidak bisa kita rubah dan fokuslah dengan apa yang bisa kita kendalikan. 

Impian

Semua orang tentu punya impian dan cita-cita nya masing-masing semua orang berusaha dengan apa yang mereka impikan. Seberapa besar usaha yang dilakukan kitalah yang menentukan. Kita bebas untuk memilih berjuang sekuat tenaga dan di lain sisi kita juga bisa bebas untuk menjadi orang yang loyo dan minimalis. 

Jangan dikira orang yang sukses dalam memperjuangkan sesuatu tidak punya keinginan untuk menyerah. Semua orang sama, semua orang menemui hambatan rintangan dan cobaan. Tabi pilihan orang sukses berbeda, Orang sukses memilih untuk tetap berjuang. Sedangkan orang gagal memilih unuk berhenti berjuang. 

Kapan Harus Menyerah 

Menyerah atau tidak itu sepenuhnya adalah pilihan kita. Ada orang yang baru saja memulai tapi sudah menyerah dengan masalah yang sangat kecil. Tetapi ada orang yang terus-menerus berjuang dan mencoba selama bertahun-tahun tetapi tetap tidak menyerah pada setiap kegagalan yang dia temui. 

Thomas Alva Edison melakukan ribuan percobaan untuk membuat lampu pijar sampai dia berhasil di percobaan sekian banyak kalinya. JK Rowling harus ditolak 12 penerbit tetapi dia tidak menyerah dan akhirnya menemukan kesuksesannya. Jadi keputusan ada di tangan kita. Mau menyerah atau melanjutkan perjuangan. 

Waktu dan Fokusan Kita 

Kita semua punya waktu yang sama. Kita semua sama-sama punya waktu 24 jam sehari. Dan waktu akan terus berjalan dan waktu tidak akan pernah bisa menunggu kesuksesan kamu. Karena kesuksesan adalah hasil dari seberapa baik kita mengatur waktu.

Setiap orang punya peluang untuk meraih kesuksesan. Tetapi kenapa ada orang sukses dan kenapa ada pula yang gagal. Karena memang setiap orang punya waktu yang sama. Tetapi tidak semua orang punya kemampuan untuk mengatur waktu. 

Kita bisa memilih banyak hal untuk mengisi waktu kita. Kita boleh memilih untuk bermalas-malasan dan disaat yang sama kita juga bisa memilih untuk mengerjakan tugas atau membaca buku. Pilihan yang berbeda hasilnya juga akan berbeda. 

Prioritas 

Tidak ada orang yang benar-benar sibuk sampai harus kehilangan semua waktunya hanya untuk mengurusi sebuah pekerjaan. Semua itu hanya soal prioritas dan kemampuan kita menyisihkan waktu. 

Kita bisa memberikan waktu untuk hal atau orang yang penting dalam hidup kita. Mungkin untuk keluarga, orang yang kita cintai atau Tuhan dan lain sebagainya. Kita semua bisa memilih untuk terus belajar atau berhenti belajar. 

Pendidikan bukan selalu berarti sebuah pendidikan formal S1, S2 atau S3. Tetapi pendidikan adalah semua hal yang membuat nilai tambah dalam diri kita. Di era internet ini kita bisa memilih apa saja yang ingin kita pelajari. 

Kita bisa memilih yang berbayar atau yang gratis. Kita bisa belajar dari YouTube, podcast, di spotify dan lain sebagainya. Jadi jangan berpikir bahwa kita sudah cukup dan berhenti belajar. Karena bahkan orang yang paling kaya di dunia pun masih terus belajar. 

Siapa Teman Kita 

Banyak orang yang kita temui setiap harinya. Mulai dari tetangga, teman sekolah, teman kuliah, teman kerja, teman di media sosial dan lain sebagainya. Dari sekian banyak orang yang kita kenal dan kita temui, kita bebas memilih siapa teman dan sahabat kita. Kita bebas memilih partner yang akan membersamai dalam hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi. 

Ada yang bilang lebih baik tidak punya teman sama sekali. Daripada punya teman tapi membuat kita terpuruk. Atau dengan kata lain kita harus selektif dalam memilih teman.

Ada yang bilang kita adalah rata-rata dari 5 teman terdekat kita. Kalau kita berteman dengan seorang gamers mungkin kita juga akan terpengaruh untuk suka dengan game. Jika kita berteman dengan seorang yang suka berkata kasar, sedikit banyak kita juga akan terpengaruh. 

Jangan terjebak dalam pertemanan yang memenjarakan potensi kita. Jika itu terjadi tidak ada salahnya untuk menjauh dari lingkungan yang lama untuk mencari lingkungan baru yang lebih kondusif. 

Apa yang Kita Makan 

Kita bebas memilih makanan apa yang akan kita masukkan ke dalam perut kita. Terserah, apakah makanan yang bergizi atau makanan yang hanya sekedar membuat perutnya kita kenyang. Kita juga bebas memilih minuman atau bebas untuk minum minuman bersoda. 

Jika kita tidak sayang dengan kesehatan kita pasti kita akan memilih makanan bergizi untuk kita konsumsi. 

Kata-Kata yang Kita Gunakan 

Kita bebas memilih kata apa yang akan kita gunakan untuk merespons sebuah kejadian. Ketika kita mendapat sebuah cobaan misalnya, kita bebas memilih merespon dengan sumpah serapah atau kata-kata kesabaran ketika kita. Ketika sedang senang kita bebas memilih kata-kata syukuran atuau sebaliknya.

Selalu ada kata-kata yang baik untuk kita pilih dalam setiap suka ataupun duka kita. Oleh karena itu biasakan memilih kata-kata yang baik. Kurangin sumpah serapah. Intinya adalah jika kita tidak bisa berkata baik lebih baik diam. 

Mau Menjadi Manusia Seperti Apa 

Kita bisa memilih mau menjadi manusia seperti apa. Prinsip apa yang akan kita pegang, nilai atau norma apa yang ingin kita ikuti. Kita juga bisa memilih menjadi orang yang bebas tanpa aturan, apapun yang mengikat, kita bebas memilih peran apa yang kita mainkan. Apakah protagonis atau antagonis. Kita bebas memilih menjadi pejuang atau hanya sekedar menjadi seorang penikmat. Kita bebas memilih menjadi apa saja yang kita mau.

Perlakuan Kita Terhadap Orang Lain 

Semarah apapun kita terhadap orang lain kita tetap bisa memilih antara memaki orang itu atau memaafkan orang itu. Memang berat, tetapi pilihan itu akan selalu ada. Kita bisa memilih untuk cuek, kita bisa memilih untuk menyaingi atau membenci. Kita juga bisa memilih untuk menyapa atau mendiamkan saja, kita bisa memilih membalas dendam atau memaafkan. Jadi selalu ada pilihan atas sikap kita terhadap orang lain. 

Dimana Kita Tinggal 

Kita bisa memilih untuk hanya diam di rumah atau pergi merantau. Mencari penghidupan yang lebih baik. Kita bisa tetap tinggal di rumah setelah lulus SMA bersama orang tua kita, atau pergi jauh menuntut ilmu di sebuah universitas. Kita bisa memilih di mana kita akan tinggal.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel