7 Tips Jika Ingin Resign untuk Membangun Bisnis

 7 Tips Jika Ingin Resign untuk Membangun Bisnis

Kalau kamu masih karyawan dan kamu sekarang pingin resign. Sebelum kamu resign, kamu harus penuhi dulu 7 checklist dibawah ini. 

Persiapkan Rencana Bisnis dengan Matang

Yang pertama adalah sebelum kamu resign, kamu harus menyiapkan rencana bisnis dengan matang. Nah sebelum kamu resign, kamu harus siap dengan rencana bisnis mu. Kamu harus siap merencanakannya dengan matang. Mulai dari modal, analisa pasar, pemasaran produk, tim, standar operasional dan masih banyak lagi. 

Dengan rencana bisnis yang matang. Kamu bisa mengikuti grand design bisnismu dengan tepat sasaran. Membuat grand design di situ ada beberapa formula dan formulanya yang biasanya dilakukan adalah dengan menggunakan bisnis kanvas model ataupun yang menjadi favorit banyak orang yaitu segitiga by Robert kiyosaki atau strategi ala sun tzu Art of War yang mungkin akan saya bahas di artikwl lain.

Jadi teman-teman harus merencanakan dengan matang hingga sedetail-detailnya. Meskipun di lapangan mungkin nyatanya nggak sesuai dengan apa yang sudah kita desain. Tapi paling enggak, kamu bisa menstimulasi di dalam otak mu apa sih kira-kira halangannya. 

Memulai dengan Bisnis Ssmpingan

Yang kedua kamu bisa segera memulainya paling tidak kamu bisa memulainya dari bisnis sampingan. Gagal di bisnis itu sangat besar. Jadi paling tidak kalau kamu memulai bisnis sampingan terlebih dahulu, paling tidak kamu tidak mengorbankan pekerjaan utama kamu. Terutama buat kamu yang sudah berkeluarga. Jadi kamu bisa memulainya dari pekerjaan sampingan. 

Mencari Mentor

Strategi yang ketiga agar kamu bisa sukses pada saat resign adalah dengan mencari mentor. Ini tugas penting yang harus kamu penuhi sebagai wirausaha. Kamu harus mencari mentor di bidang yang kamu ingin geluti. 

Kenapa kamu perlu mentor? Karena mentor sudah pernah ada di posisimu sebelumnya. Dia sudah pernah gagal, sudah pernah merasakan suka duka, makan asam garam. Jadi paling nggak kamu nggak perlu melakukan kesalahan yang sama dengan mentor kamu. 

Dengan mencari mentor, kamu bisa menemukan jalan pintas menuju kesuksesan yang kamu mau. Saran saya, jangan menunggu mentor menemukan kamu. Karena mentor nggak akan mencari kamu, tapi kamu yang harus mencari mentor kamu. 

Mentor kamu nantinya akan menjadi orang yang sangat berjasa dalam kehidupanmu. Di dalam kehidupan saya hingga saat ini artikel ini dibuat. Saya telah mempunyai 4 mentor. Mentor-mentor saya inilah yang membentuk mindset saya, membentuk cara berpikir saya, dan memberikan saya skill yang saya butuhkan untuk bisa berhasil. 

Uniknya tiap saya menemukan satu mentor baru. Selalu terjadi lompatan atau menjadikan saya lebih baik. Jadi sekarang tiap saya bertemu dengan orang baru. Saya selalu berpikir apakah orang ini menjadi mentor saya. Apakah ia akan jadi mentor saya yang berikutnya. Jadi tugas utama kita sebagai wirausaha adalah mencari mentor. 

Belajar Skill yang Kamu Butuhkan

Strategi keempat adalah belajar skill yang kamu butuhkan. Setiap bisnis pasti memerlukan skill yang berbeda-beda.Tugasmu sekarang adalah menentukan jenis bisnis yang akan kamu geluti. Petakan apa saja yang kamu perlukan agar bisa sukses di bisnis itu. 

Misal kalau kamu membuka cafe paling tidak kamu mengerti bagaimana cara mengatur inventory, bagaimana cara melayani pelanggan, bagaimana cara mengatur sistem, bagaimana cara mengatur pemasaran, bagaimana cara menemukan biji kopi yang baik, bagaimana cara mengatur menu. 

Nah itulah skill-skill yang mungkin kamu butuhkan ketika kamu mau membuka cafe. Karena lain bisnis yang akan kamu jalankan, lain lagi skill yang kamu butuhkan. Kalau kamu ingin jadi agen properti paling tidak kamu harus belajar tentang properti, belajar tentang pertumbuhan ekonomi di Kota mu dan lain sebagainya. 

Di setiap bisnis pasti skill dancenya berbeda-beda. Selain skill set khusus yang harus dimiliki oleh setiap profesi ataupun bisnis kamu. Kamu juga harus belajar skill yang namanya vertikal intelijen atau orang biasa menyebutnya soft skill. Itu adalah ilmu tentang bagaimana cara mengatur keuangan, tentang leadership, networking dan lain sebagai. Dalam hal ini kamu bisa menggabungkan antara hard skill dan soft skill. 

Kolaborasi dengan Orang yang Lebih Jago

Yang kelima kamu bisa kolaborasi dengan orang-orang yang lebih jago. Dalam bisnis apapun apalagi start up, kamu pasti memerlukan yang namanya Tim Sukses. Karena tidak ada yang namanya sukses itu dilakukan sendiri. 

Dalam galeri loker ini saya sendiri saya dibantu oleh 3 rekan kerja lain yang mereka semua ahli di bidangnya masing-masing. Semua perusahaan hebat pasti mempunyai tim sukses. Untuk itu kamu harus mengumpulkan orang-orang dan membentuk tim impianmu. 

Tim dengan impian ini berisi orang-orang yang mempunyai kesamaan visi dan misi dengan kamu. Dengan mempunyai tim impian itu aja udah menjamin 80% kesuksesanmu. Tapi tidak mudah mengumpulkan tim impian atau dream tim. Itu adalah tugas tersulit wirausaha. 

Mengapa sulit, karena susah menemukan orang yang punya kesamaan visi dan misi denganmu dan kita juga berurusan dengan orang yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Jadi ada suksesnya suatu perusahaan ataupun bisnis itu bukan dari produknya. 

Tapi Dream timnya dari segelintir orang yang percaya dengan visi dan misinya. Pendiri Facebook dalam suatu wawancara mengatakan bahwa kesuksesannya dalam berkat kerja keras timnya. Intinya kamu enggak bisa kerja sendirian. Kamu perlu kolaborasi dengan orang-orang yang lebih jago daripada kamu. 

Siapkan Dana Darurat

Strategi yang keenam yang perlu kamu siapkan adalah dana darurat. Kalau kamu sudah berkeluarga saya sarankan kamu mempunyai dana darurat selama 6 bulan kedepan untuk jaga-jaga dari bisnis yang kamu jalankan sekarang belum tentu bisa menghasilkan. 

Tapi mungkin kamu yang masih single, kamu bisa mulai siapkan untuk 3 bulan dana darurat. Di masa-masa awal bisnis buka, kamu harus siap-siap nggak dapat penghasilan. Jadi kalau kamu resign tanpa dana darurat itu adalah ide yang sangat amat buruk sekali. 

Jangan pernah sekali-sekali resign tanpa dana darurat. Kecuali kamu punya orang yang menyokong kehidupan mu untuk sementara, seperti orang tua atau pasangan. 

Siapkan Mental

Yang ketujuh atau strategi terakhir siapkan mental. Saya ucapkan selamat datang untuk kamu yang baru saja memulai dunia wirausaha. Karena dunia ini benar-benar berbeda, benar-benar sangat jauh sekali berbeda dengan dunia karyawan. Dan mungkin dunia ini bukan dunia yang seperti kamu harapkan. 

Di dunia wirausaha banyak sekali orang yang merasa kecewa, banyak sekali orang yang gak kuat dan akhirnya memilih balik kucing menjadi karyawan. Mengapa, mereka kecewa ataupun tidak kuat menjadi wirausaha. 

Karena memang zatnya 180° sangat berbeda. Misalkan jadi wirausaha itu harus gagal, bahkan wajib gagal. Sehingga kamu bisa belajar dari kegagalan di dunia karyawan. Kamu nggak boleh gagal, kalau kamu gagal kamu merugikan perusahaan dan ujung-ujungnya kamu bisa diganti oleh orang lain. 

Contoh lainnya lagi wirausaha gak dibayar, tapi mereka membayar orang lain. Jika karyawan atau pekerja sudah terbayar, baru terakhir dirinya dibayar apabila ada sisa. Jadi wirausaha itu membayar menjadi karyawan itu dibayar. 

Nah itu adalah beberapa contoh perbedaan antara dunia wirausaha dan dunia karyawan kalau kamu mau menyiapkan mental menjadi wirausaha. 

Nah itulah 7 strategi kalau kamu mau sukses resign, semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "7 Tips Jika Ingin Resign untuk Membangun Bisnis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel