-->

5 Hukum Karma Sebab Akibat

5 Hukum Karma Sebab Akibat

Hampir semua orang pernah mendengar hukum karma. Ada yang percaya, ada yang tidak percaya. Karma bukanlah sebuah kepercayaan tentang sebuah hukuman atau ganjaran yang dipikirkan oleh banyak orang. 

Karma adalah tentang hukum sebab dan akibat artinya adalah apa yang kita lakukan di masa lalu akan berpengaruh dengan nasib kita hari ini. Apa yang kita lakukan hari ini akan mempengaruhi masa depan kita.  Entah apa yang kita lakukan, baik ataupun buruk semuanya mempunyai relasi sebab dan akibatnya. 

Nah pada kesempatan ini catatan baru akan bagikan beberapa hal tentang hukum karma yang perlu kita ingat dalam hidup kita. 

Hukum Memanen 

Apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita panen. Sama seperti seorang petani, menanam benih kemudian mengharapkan masa panen apa yang mereka para petani itu. Apa yang mereka tanam adalah yang mereka petik. 

Orang yang menanam padi maka ia akan memanen padi juga. Tidak mungkin kita menanam padi tetapi tumbuhnya rambutan. Perlakuan apa yang kita lakukan kepada orang lain maka perlakuan itu pula yang akan kita dapatkan dari orang lain. 

Ketika kita memilih untuk memperlakukan orang lain dengan benar, maka kita akan mendapatkan perlakuan yang benar juga dari orang lain. Mungkin memang perlu waktu, seperti orang menanam benih juga perlu waktu sampai pada masa panen. 

Kebaikan juga seperti itu. Kebaikan yang kita lakukan hari ini kepada orang lain pasti akan terbalas apakah hari ini, besok atau entah kapan. Bantuan kita yang tulus hari ini pasti akan terbalas dengan bantuan ketika mungkin kelak ketika kita membutuhkan. 

Jadi bersikaplah baik dan sopan kepada orang lain. Karena tindakan kita kepada orang lain akan kembali kepada diri kita. 

Hukum Air Mengalir 

Air mengalir dari titik yang tinggi ke titik yang rendah. Maksudnya adalah kita tidak bisa bersikukuh bahwa diri kita hebat, besar, paling pintar, paling tinggi. Diri kita merasa paling bisa dan lain sebagainya. 

Jika kita ingin mendapatkan banyak hal itu. Ilmu, uang atau kebaikan. Maka kita harus memiliki kerendahan hati. Kita harus bersedia mengakui kondisi kita apa adanya. Jika kita butuh bantuan, akuilah bahwa kita memang butuh bantuan. Sehingga orang lain bersedia membantu. Jika kita memang miskin dan tidak punya uang, Akuilah bahwa kita miskin. Jangan berlagak sok kaya atau sombong dengan cara berhutang. Jika kita memang bodoh dan tidak tahu apa-apa, Akuilah bahwa kita memang bodoh dan gak tahu apa-apa. Jangan jadi orang yang sok tahu atau sok pintar. 

Seringkali sebuah solusi dari sebuah permasalahan datang ketika kita mengakui bahwa diri kita memang tidak mampu lagi mencari solusi itu. Seringkali doa-doa yang kita panjatkan kepada Tuhan menjadi terkabul ketika kita memperluas kerendahan hati kita dihadapan Tuhan. 

Jadi terimalah diri kita apa adanya. Akui segala kekurangan kita. Jangan jadi orang yang sok-sokan. Ketika kita sok-sokan, artinya kita sedang meninggikan posisi kita. Sedangkan air hanya bisa mengalir ketempat yang lebih rendah. Air tidak pernah mengalir ke tempat yang lebih tinggi. 

Hukum Kesesuaian 

Ketika kita berubah, lingkungan kita juga akan berubah. Hukum kesesuaian menjelaskan tentang bagaimana lingkungan dan segala sesuatu yang ada di sekeliling kita adalah bagaikan cermin dari pada diri kita sendiri. 

Oleh karena itu ketika kita menginginkan sebuah kebaikan, maka yang harus kita rubah pertama kali adalah diri kita sendiri. 

Ubahlah diri kita menjadi lebih baik maka lingkungan sekitar kita juga akan mengikuti menjadi lebih baik juga. Kita ingin teman yang baik misalnya atau pasangan yang setia, maka untuk mewujudkan keinginan itu, yang harus kita lakukan adalah dengan cara membuat diri kita lebih baik dan menjadi pribadi yang setia. 

Percaya atau tidak, kita akan selalu ditemukan dengan orang-orang yang selevel dengan diri kita. Jika pikiran kita selalu sibuk dengan hal yang sangat tidak penting, maka kita juga akan ditemukan dengan orang-orang yang seperti itu juga. 

Ketika kita bisa berubah menjadi lebih baik, maka kita akan ditemukan dengan orang-orang yang lebih baik juga. Begitu juga dengan rezeki, percaya atau tidak rezeki akan selalu mengikuti kapasitas pikiran kita. 

Orang yang berpikiran besar akan ditemukan dengan rezeki yang besar juga. Orang yang berpikiran kecil dan sibuk dengan hal-hal yang kecil akan ditemukan rezeki yang sesuai dengan pikiran dia. 

Maka kita akan bertambah sesuai dengan pertumbuhan pengetahuan dan pengalaman kita. Jadi sebelum kita menuntut sesuatu, pantaskan diri kita terlebih dahulu. 

Hukum Remedial 

Dalam hidup pasti ada ujian yang harus kita lalui. Ujian bisa berbentuk sebuah kesedihan, ujian juga bisa berbentuk sebuah kesenangan dalam hidup, ujian juga bisa berbentuk sebuah peperangan. Perang melawan hawa nafsu kita. Hawa nafsu untuk marah, untuk malas, untuk lupa dengan kewajiban dan lain sebagainya. 

Setiap kita menghadapi masalah dalam hidup itu adalah ujian yang harus kita lalui. Kita harus lulus dalam ujian itu agar kita bisa naik level, naik kelas dan ketika kita gagal dalam ujian dan masalah kita, maka ujian atau masalah yang sama akan datang lagi. Atau istilahnya remedial, mengulang ujian yang sama. 

Dan selama kita tidak lulus dari ujian itu. Selamanya juga kita tidak bisa naik level atau naik kedewasaan kita. Kadang kita bingung dengan sebuah masalah yang selalu berulang-ulang, masalah datang dan tidak kunjung selesai. Hidup rasanya seperti seekor hamster yang berlari di roda yang berputar. Tidak bergerak, tidak maju, terasa capek. Hidup terasa monoton dan sesak ketika kita mengalami yang seperti itu. 

Mungkin kita perlu bertanya ujian apa yang diberikan Tuhan yang belum kita selesaikan. Mungkin kita belum lulus ujian kesabaran kita. Belum lulus ujian tentang bagaimana harus menerima orang lain atau ujian-ujian yang lainnya. 

Setiap masalah pasti mengajarkan pelajaran baru untuk diri kita ketika kita bisa mengambil hikmah dan intisari dari masalah itu. Kita akan lulus ujian, dan kemudian kita akan naik level. 

Hukum Keterhubungan 

Hari kemarin, hari ini dan hari esok adalah frame yang senantiasa terhubung. Kita tidak bisa melihat kesuksesan seorang Jack Ma misalnya hanya dengan kacamata hari ini. Jika kita ingin melihat secara keseluruhan, Kita juga harus melihat Jack Ma 5 tahun yang lalu, atau 10 tahun yang lalu. 

Bagaimana dia harus berjuang. Bagaimana dia harus membangun bisnisnya dan lain sebagainya. Kita juga harus mengikuti dan mengetahui apa pandangan tentang masa depan orang tersebut. Jadi kita harus berpikir dengan 3 time frame Itu. 

Lihat kondisi kita hari ini. Apakah hari ini kita sudah seperti yang kita impikan dan kemudian ingatlah apa yang sudah terlalu, peristiwa ketika kita sedih, peristiwa ketika kita tidak punya uang, peristiwa di masa lalu ketika kita dibully dan lain sebagainya. 

Dengan modal itu kemudian kita membuat impian dan rencana untuk masa depan. Kondisi kita di masa lalu bisa sebagai sebuah penyemangat. Bagaimana dulu teman-teman mem-bully kita. Kita buktikan bahwa kita bisa. 

Nah itulah beberapa hukum karma yang perlu kita pelajari dalam hidup kita. Kita akan memanen apa apa yang kita tanam. Kebaikan berbuah kebaikan, cinta akan kembali berbuah cinta, sebaliknya kebencian akan mendatangkan kebencian juga. 

Kita juga harus lulus dalam setiap ujian hidup. Itulah satu-satunya cara meng-upgrade level kehidupan kita. Tidak ada cara lain. Oleh karena itu kita harus percaya bahwa setiap masalah dalam hidup adalah sebuah peluang untuk diri kita agar kita bisa naik kelas. 

Jangan menutupi masalah. Segera ambil langkah dan selesaikan masalah itu.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel