-->

5 Ciri-ciri Orang yang Bakal Sulit Kaya, Apakah kamu Salah Satunya?

5 Ciri-ciri Orang yang Bakal Sulit Kaya, Apakah kamu Salah Satunya?

Pada kesmpatan ini catatan baru akan membahas tentang 5 tanda seseorang tidak akan kaya. 

Ada seseorang yang pernah mengatakan lahir dari kondisi miskin itu bukan salah kita. Tapi mati dalam kondisi miskin itu mutlak salah kita. Banyak sekali orang yang suka bekerja keras, kaki jadi kepala kepala jadi kaki, pergi pagi pulang petang, penghasilan pas-pasan, pinggang pegal-pegal, dan sudah kerja keras mati-matian tapi tidak menghasilkan apa-apa. 

Pertanyaannya adalah, apakah kerja keras saja udah cukup? Tentu saja tidak cukup. Karena bukan cuman kerja keras yang kita butuhkan. Tapi kita harus juga kerja cerdas dan kerja ikhlas. Kerja keras pakai otot, kerja ikhlas pakai hati dan kerja cerdas pakai otak. 

Karena seseorang pernah mengatakan bahwa sukses itu berpola, gagal juga ada polanya. Jadi semua sudah bisa diprediksi dengan pola dan tingkah laku tersebut. Untuk sukses ada polanya dan untuk gagal pun ada polanya. 

Nah pada kesempatan ini saya akan bahas apa polanya sehingga kita tidak bakal kaya. Kalau kamu simak artikel ini baik-baik Insya Allah akan merubah hidup kamu nanti. Satu atau dua tahun yang akan datang.

Selalu Menyalahkan Orang Lain

Sering sekali saya mendengar apabila ada orang yang gagal atau tidak sukses ia menyalahkan situasi. Dia menyalahkan orang tua. Biasanya orang seperti ini akan membuat banyak alasan. Seperti saya ini terlalu muda untuk melakukan ini, saya ini sudah terlalu tua untuk melakukan ini. 

Pokoknya banyak sekali hal-hal yang jadi alasan untuk kegagalan tersebut. Dia selalu melimpahkan kesalahan kepada orang lain dari setiap kegagalan dia. 

Ada ilustrasi menarik ada disebuah penjara. Di tempat itu ada dua orang yang sama, satu jendela yang bisa melihat keluar. Orang yang pertama apabila memandang keluar selalu melihat bintang. Dia selalu melihat pepohonan dan dia tersenyum dengan pepohonan dan bintang tersebut. 

Dan ada orang yang kedua. Pada saat dia melihat keluar, dia selalu melihat kotoran, dia selalu melihat debu dan dia melihat keluar itu selalu melihat hal-hal yang jelek. 

Ilustrasi tadi menggambarkan ada dua orang dalam satu penjara, di tempat yang sama, jendela yang sama, tapi spiritnya berbeda. Artinya apa yang terjadi itu tergantung kita menilainya mau bagaimana. Apakah kita akan fokus dengan meratapi nasib atau fokus untuk memperbaiki sesuatu. 

Karena menyalahkan orang lain itu gampang sekali. Anak kecil bisa untuk menyalakan orang, menyalakan keadaan, menyalahkan situasi dan kenapa orang tersebut selalu menyalahkan orang lain dan menyalahkan situasi? Karena dia ingin menyelamatkan ego dia. 

Tapi kita tidak akan menjadi orang yang lebih baik daripada sebelumnya jika selalu menyalahkan orang lain. Kita tidak pernah belajar dari kegagalan tersebut. 

Tidak Menganggap Uang Penting

Kalau seseorang tidak pernah menganggap uang itu penting. Biasanya orang tersebut belum punya uang yang banyak. Kalau kamu salah satu seseorang yang punya keyakinan seperti itu, hati-hati dengan keyakinan kamu. 

Karena pikiran kamu bisa menarik hal-hal yang kamu pikirkan. Kamu berpikir uang tidak penting, jadinya uang itu tidak akan pernah tertarik dengan kamu. Orang-orang kaya itu selalu menganggap bahwa uang itu penting. 

Penting lho ya, bukan segalanya. Karena uang itu penting, dengan uang akhirnya mereka jadi punya inovasi-inovasi yang luar biasa, sehingga mereka bisa menghasilkan uang yang lebih banyak. 

Sedangkan apabila kamu menganggap uang itu tidak penting. Akhirnya kamu akan kehilangan kreativitas, Apabila kamu bekerja, kamu bekerja seperti itu itu saja. Kenapa? karena kamu sudah menganggap bahwa uang itu tidak penting. 

Tetapi pada faktanya bahwa di dunia ini kita butuh uang untuk menyekolahkan anak kita di tempat yang terbaik, kita butuh uang beli sesuatu untuk istri kita, kita butuh uang membahagiakan orang tua kita dengan membelikan rumah belikan mobil dan semua itu butuh uang semua butuh uang. 

Jadi kalau mindset kamu anda sudah dibangun bahwa uang itu tidak penting. Maka kamu tidak akan pernah bekerja keras untuk mendapatkan hal tersebut.

Membeli Barang yang Tidak Mampu Kamu Beli 

Membeli barang-barang yang tidak mampu kamu beli. Kamu membeli barang-barang tersebut hanya karena ego untuk memperlihatkan kepada orang lain. Supaya diapresiasi oleh orang lain, supaya diakui oleh orang lain. 

Beli barang-barang supaya terlihat kaya terus dipertontonkan di media sosial, supaya orang lain jadi terkesan. Traktir teman di tempat yang mahal, supaya dibilang kita darmawan, kita hebat dan kita punya semuanya. 

Padahal akhir bulan kita bayar kartu kredit nya keteter. Kalau mampu si gak apa-apa, tapi kalau nggak mampu jangan dipaksakan, itu poinnya. 

Yang saya pengen sampaikan di poin ketiga ini, memang pada saat kamu membuat mereka tertarik, pada saat membuat mereka kagum mereka akan menghargai kamu. Tapi sampai kapan kita dihargai karena hal-hal yang kita punyai secara materi. 

Tidak usah kita menghabiskan waktu kita untuk membuat orang lain terkesan. Kita harus menghabiskan waktu kita supaya membuat diri kita terus bertumbuh, sehingga akhirnya kita sendiri yang terkesan dengan diri kita. Buat apa kita mendaki gunung supaya kita bisa melihat dunia bukan, bukan dunia yang melihat kita. 

Maksudnya kita berproses, kerja keras supaya kita bisa menikmati hasilnya. Bukan supaya untuk memberi kesan kepada orang lain, karena itu tidak akan ada gunanya. Menjadi kaya itu lebih penting daripada lebih terlihat kaya didepan orang lain. 

Tidak Pernah Bersyukur

Orang yang tidak bakal kaya itu orang itu selalu merasa kurang dan tidak pernah bersyukur. Berapapun yang dia miliki, apapun yang dia miliki, ia selalu merasa kurang Padahal sudah  seharusnya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki.

Orang yang tidak pernah bersyukur dengan apa yang dia miliki akan sangat susah berbagi. Orang ini akan diliputi perasaan yang selalu kukurangan. Apabila dia dalam satu posisi, dia akan takut posisinya diganti. Orangnya pengen selalu diatas, tapi paling malas berkompetisi. 

Dan orang-orang ini takut untuk keluar dari zona nyaman. Mereka ingin berubah tapi sikap dan tingkah laku mereka mereka tidak pernah berubah sama sekali. Mereka terlalu takut untuk menghadapi dunia perubahan. Ingin kaya tapi berpikiran sempit dan tidak mau keluar dari zona nyaman, dan orang-orang ini adalah orang-orang yang paling pelit dengan sedekah, paling pelit dengan berbagi kepada orang lain. 

Padahal kalau dalam konsep agama saya. Semakin banyak yang kita sedekahkan kepada orang, makin banyak yang kita kasih kepada orang itu, insya Allah makin banyak pula yang kita dapatkan. 

Jadi salah satu cara untuk kita bisa kaya itu kita jangan takut untuk berbagi kepada orang lain, terutama orang tua kita, saudara-saudara kita, orang-orang terdekat kita. Dengan kita berbagi kepada orang lain, sehingga nanti rezeki kita bertambah. Baik itu berupa kesehatan, kebahagiaan, umur yang panjang. 

Tidak Terobsesi untuk Hidup Lebih Baik 

Orang yang tidak akan kaya selanjutnya adalah dia yang tidak punya gairah hidup. Pokoknya ya hidup begitu-begitu saja. Misalnya kalau dia bekerja ya dia bekerja sesuai apa yang dia kerjakan saja, dia tidak berpikir dan dia tidak punya gairah bagaimana saya hidup kedepannya. Bagaimana saya untuk mengembangkan bakat saya, bagaimana saya untuk memberikan hal-hal yang terbaik untuk keluarga saya dan prinsip hidupnya seperti air mengalir. 

Padahal kalau dalam kehidupan nyata yang mengikuti air mengalir itu hanyalah kotoran dan ikan mati. Karena kalau hidup hanya sekedar hidup, babi hutan pun hidup. Kalau kerja hanya sekedar kerja keras di hutan pun binatang kerja keras.

Hidup itu cuman satu kali. Kita diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna seharusnya kita menggunakan itu dengan maksimal mungkin. Kita bisa menjadi kebanggaan untuk anak-anak kita, untuk suami kita, untuk istri kita, untuk orang tua kita dan orang yang kita cintai.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel