-->

16 Mindset Penyebab Kamu Tidak Bahagia

16 Mindset Penyebab Kamu Tidak Bahagia

Terkadang kita tidak bisa kita jelaskan kenapa tiba-tiba merasa sedih dan kita tidak bisa menjelaskan sebab kesedihan kita itu. Kadang pula situasi dalam kehidupan mengharuskan kita merasa sedih, membuat kita tenggelam dalam kesedihan yang sementara ataupun Sedih yang berkepanjangan. 

Tetapi kebanyakan situasi hati yang sedih ataupun senang mempunyai sebab yang ternyata bisa kita kendalikan. Nah berikut catatan baru berikan ulasan tentang hal-hal yang menyebabkan kita tidak bahagia. 

Perasaan Terlalu Khawatir 

Pada dasarnya khawatir tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya khawatir justru membuat kita sibuk memikirkan akibat buruk dari masalah tersebut dan melupakan untuk memikirkan solusi. Ketika kita merasa sangat khawatir rasa takut dan pesimisme akan mulai menumpuk dalam diri kita, dan kemudian kita akan mulai berpikir bahwa setiap langkah yang kita ambil adalah langkah yang salah. 

Oleh karena itu kita perlu menyalurkan energi kita dari kekhawatiran dengan cara melepaskan ketakutan kita. Kurangi rasa khawatir dalam diri kita dan kita akan mulai merasa bahagia lagi. 

Semua Orang Harus Sesuai Dengan Standar Kita

Semua orang mempunyai kehidupannya masing-masing, dan setiap orang punya standarnya masing-masing. Kita sebagai makhluk sosial pasti akan selalu berhubungan dengan orang lain. Tetapi yang sering menjebak kita dalam kehidupan sosial, kita kadang memasang standar kepada orang lain berdasarkan standar kehidupan kita. Hal itu tidak mungkin, karena setiap orang punya standarnya masing-masing. 

Orang lain mungkin tidak begitu cepat sehingga kita merasa kecewa dengan orang lain. Atau merasa orang lain yang meninggalkan diri kita karena kita tidak bisa menyamai kecepatan orang itu. 

Oleh karenanya kita harus belajar menghargai orang lain apa adanya, belajar tentang keanekaragaman bahwa semua orang itu berbeda, bahwa setiap orang mempunyai standar kehidupannya masing-masing. 

Memilih Bahagia Ketika Mimpi Tercapai

Kita memilih bahagia ketika semua mimpi kita menjadi kenyataan. Sebenarnya kita bisa bahagia kapanpun. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh seseorang adalah meletakkan kebahagiaan pada suatu yang mereka harapkan. 

Tetapi daripada memikirkan itu, lebih baik untuk memilih untuk bahagia menikmati segala hal yang mereka miliki saat ini. Meskipun memiliki cita-cita atau impian yang tinggi itu adalah sesuatu yang bagus, tetapi masa depan adalah hal yang tidak pasti. 

Oleh karena itu sikap yang benar adalah dengan menikmati prosesnya, bukan menikmati hasilnya. Belajarlah menikmati prosesnya. Belajarlah menikmati hari ini, hargai keindahan sekitar kita sambil bekerja keras untuk mencapai mimpi kita di masa depan. 

Gelas Setengah Kosong 

Orang yang mempunyai sikap gelas setengah kosong adalah orang yang lebih fokus pada bagian negatifnya, tanpa memperhatikan bagian positifnya. Orang yang seperti ini tidak akan pernah tahu kebahagiaan karena rasa pesimis. 

Tidak Meluangkan Waktu Dengan Hal Positif 

Sudah menjadi sifat manusia untuk lupa waktu dan sering teralihkan perhatiannya oleh hal-hal yang tidak penting. Akhirnya waktu kita dalam sehari kadang hanya sia-sia begitu saja, dan membekaskan rasa bersalah terhadap diri kita. 

Karena kita baru sadar bahwa hari kita ternyata tidak produktif sama sekali. Oleh karena itu kita perlu merencanakan hari-hari kita. Buatlah catatan untuk melakukan hal yang positif sehingga kita merasa puas dan merasa bahagia atas hal-hal yang telah kita rencanakan, berhasil kita lakukan dan kurangi sebanyak mungkin hal-hal yang tidak berguna, agar penyesalan kita semakin berkurang dan kita dapat memfokuskan energi kita kepada hal-hal yang jauh lebih penting. 

Belum Menemukan Tujuan 

Banyak orang hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas. Mereka bangun setiap pagi dan melanjutkan rutinitas harian yang sama, dan hal ini membuat mereka seperti mereka tidak bergerak maju dalam hidup. 

Oleh karena itu kita perlu untuk menentukan tujuan hidup kita. Apa mimpi yang ingin kita dapat. Pada awalnya mungkin akan tampak sulit untuk meninggalkan rutinitas kita. Mungkin awalnya kamu akan sulit bekerja dengan sesuatu yang baru. 

Tapi yakinlah bahwa kita pasti akan menemukan kesenangan dalam melakukan hal-hal yang kita senangi. 

Bergantung Kepada Orang Lain 

Hidup akan terasa lebih nyaman dan aman ketika kita mempunyai orang yang dapat kita andalkan. Tetapi itu bisa menjadi ketidaknyamanan ketika kita harus hidup dengan menuruti keinginan orang lain. Menjadi mandiri tidak hanya akan membuat kita lebih bahagia, Tetapi juga akan meningkatkan harga diri kita sekaligus memberikan kita rasa bebas untuk menentukan pilihan hidup kita. 

Tubuh yang Tidak Sehat

Tubuh yang sehat mengarah pada pikiran yang sehat dan bahagia. Memberikan prioritas kepada kesehatan tubuh kita artinya kita memberikan kesempatan hidup kita untuk lebih bahagia. Oleh karena itu buatlah tubuh kita sehat. 

Makanlah makanan yang sehat, tambahkan olahraga dalam rutinitas kehidupan kita, dan tidur yang cukup. 

Menyimpan Dendam 

Sebuah nasehat mengatakan bahwa menyimpan dendam seperti berkumur dengan racun. Harapannya kita bisa menyemburkan racun itu kepada orang lain. Tetapi yang terjadi justru racun itu tertelan sendiri. 

Kebencian dan dendam membangun energi yang negatif, dan justru merugikan kita sendiri jadi. Maafkanlah orang-orang yang pernah bersalah kepada kita. karena mungkin orang-orang itu sekarang sedang menikmati kebahagiaan. 

Tetapi kita justru menyimpan kekesalan kepada mereka. Lebih baik kita ikhlaskan, kita lepaskan, kita maafkan dan kita akan merasakan kebahagiaan. 

Perfeksionis

Orang yang perfeksionis akan menjadi penghambat kebahagiaan yang sejati. Semua orang pasti pernah dan akan mengalami kegagalan. Jadi mengharapkan kesempurnaan dari orang lain atau diri sendiri pasti akan membuahkan kekecewaan dan ujungnya adalah ketidakbahagiaan. 

Bosan 

Kebosanan adalah penyebab ketidakbahagiaan. Bagaimana mengatasi kebosanan yang kita butuhkan adalah berpikir sedikit lebih terbuka dan mencoba hal-hal yang belum pernah kita lakukan. Atau coba sesuatu yang baru. 

Terlalu Sibuk 

Orang yang terlalu sibuk ibarat orang yang sedang naik kendaraan dalam kecepatan tinggi. Alih-alih kita menikmati perjalanan, yang ada hanyalah ketegangan. Karena kita fokus ke depan dalam kecepatan tinggi. 

Kita tidak sempat untuk menengok ke kanan atau ke kiri. Oleh karena itu cobalah untuk mengurangi kegiatan-kegiatan kita, sisihkan sebagian untuk bersantai dan menikmati hidup. 

Mengabaikan Peluang 

Ketika kesempatan datang kadang seringkali kita abaikan. Pada akhirnya kita menyesali mengapa kita tidak mengambil peluang itu. Memang mengambil peluang kadang membuat kita tidak nyaman, kadang peluang datang sekaligus dengan tantangan yang mengharuskan kita keluar dari zona nyaman. Dan kita kemudian melewatkan karena kita menghindari risiko itu. 

Oleh karena itu ambillah peluang, ambil resiko, jika berhasil maka tentu kita akan bahagia, jika gagal kita akan puas karena setidaknya kita pernah mencoba. 

Takut Pada Diri Sendiri 

Kurangnya rasa percaya diri adalah faktor yang menyebabkan ketidak bahagiaan. Karena ketidakpercayaan diri seseorang menjadi sulit untuk mengambil keputusan. Kita harus mencoba untuk percaya pada diri sendiri. 

Jika saja jika kita saja tidak percaya pada diri sendiri. Bagaimana orang lain bisa percaya terhadap diri kita, bisa dipastikan tidak ada orang lain yang percaya pada diri kita. 

Terlalu Peduli Dengan Omongan Orang Lain

Pada umumnya menuruti apa kata orang lain sangat sulit memang. Apapun yang kita lakukan pasti akan ada saja yang mengkritik. Jadi apa perlunya kita memperdulikan perkataan mereka, selalu mencoba menyenangkan semua orang. Karena hal itu hanya akan menguras tenaga dan kebahagiaan kita. 

Tidak Berpikir Kita Layak Bahagia 

Hidup memang penuh dengan masalah dan tantangan. Semakin dewasa diri kita, mungkin kita merasa akan semakin banyak pula hal yang harus kita selesaikan. Tetapi bukan berarti kita tidak berhak untuk lebih bahagia. Semua orang berhak untuk bahagia. 

Bahagia adalah mindset. Seberapa banyak harta kita, jika kita tidak punya manset bahagia. Maka pasti kita tidak akan bahagia. Sebaliknya sebanyak apapun masalah kita yang kita alami, jika kita mempunyai mindset yang bahagia maka pasti kita akan bahagia. 

Nah itulah beberapa hal yang harus kita hindari agar kehidupan kita menjadi lebih bahagia. 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel