-->

12 Tanda Kalau Kamu Seorang Overthinking

12 Tanda Kalau Kamu Seorang Overthinking (Berpikir Berlebihan)

Manusia diberi akal dan pikiran oleh tuhan memang untuk digunakan sebagai alat untuk mempertimbangkan segala sesuatu. Mempertimbangkan resiko dan peluang. Mempertimbangkan untung dan rugi. Mempertimbangkan sebab dan akibat dan lain sebagainya. 

Oleh karena itu kita memang dianjurkan untuk selalu berpikir lebih dahulu sebelum bertindak dan memutuskan sesuatu. Agar setiap langkah dan keputusan yang kita ambil tidak salah, agar resiko tidak terlalu besar, agar tidak merugikan dan menimbulkan masalah. 

Tetapi kita juga dianjurkan untuk menjadi orang yang selalu berada di tengah. Menjadi orang yang tidak berlebihan, Jika kita terlalu berlebihan mempertimbangkan segala sesuatu, justru kita akan sulit mengambil keputusan. 

Kita juga akan sulit mengambil langkah dan justru itu akan menyusahkan diri kita sendiri. Pemikiran yang berlebihan justru akan menimbulkan hal yang negatif.

Berikut catatan baru berikan beberapa ciri yang menandakan bahwa kamu adalah seseorang yang overtingking.

Kebanyakan Berpikir 

Daripada bertindak, seringkali orang yang overtingking lebih banyak untuk berpikit terlebih dahulu. Sampai-sampai dia memikirkan secara detil demi untuk mengejar sebuah kesempurnaan. Ia berpikir bahwa rencana yang dibuat gagal dan harus berhasil secara sempurna. 

Semakin lama dia berpikir seperti itu. Semakin lama juga rasa takut akan kegagalan dan ketidak sempurnaan akan semakin besar. Akhirnya dia selalu menyempurnakan rencana dan ide tersebut. 

Tetapi asalkan kalian tau bahwa is better than perfect menyelesaikan atau mengeksekusi suatu sampai selesai jauh lebih baik daripada mengejar kesempurnaan. 

Pada kenyataannya percobaan pertama atau usaha yang pertama pasti akan selalu menjadi yang terburuk dan penuh dengan kesalahan. Meskipun kita sudah merencanakannya dengan penuh perhitungan. Jadi daripada kebanyakan berpikir tetapi tidak pernah bertindak lebih baik rencanakan sesuatu dengan sederhana. Kemudian eksekusi rencana itu, pasti nanti dalam prosesnya kita akan belajar bagaimana menjadi lebih baik. 

Selalu Mengecek Pekerjaan Berkali-kali 

Ketelitian memang hal yang sangat baik ketika kita melakukan sebuah pekerjaan. Ada baiknya kita perlu mencek pulang atas pekerjaan kita itu sekali atau dua kali. Agar kita bisa memastikan tidak ada kesalahan dalam pekerjaan kita. 

Tetapi bagi seorang overthinker mengecek ulang sebuah pekerjaan menjadi sesuatu yang sangat rumit. Seorang overthinker bahkan bisa mengecek pekerjaan berkali kali 4 kali 5 kali atau bahkan lebih. Karena ada perasaan kurang yakin yang berlebihan dalam dirinya. 

Banyak Bertanya Pertanyaan yang Sama 

Seorang overthinker biasanya sangat suka bertanya bertanya. Bukan karena memang belum ada jawabannya. Sebenarnya dia sudah tahu jawabannya apa. Tetapi dia bertanya lagi hanya karena dia ingin memastikan bahwa jawaban itu sudah benar.

Terlalu Memikirkan Pendapat Orang Lain 

Seorang overtingking selalu merasa sedih dengan pendapat atau bahkan hanya sekedar kesan dari orang lain. Dia selalu khawatir dengan baju yang dia kenakan, rambutnya, bajunya, cara bicaranya, parfumnya dan lain sebagainya.

Dia selalu meminta dan menanyakan pendapat orang lain tentang berbagai macam hal. Termasuk hal-hal yang sangat sepele. Karena ada rasa takut dalam dirinya terlihat buruk dimata orang lain. Sehingga dan senang tergantung pada pemikiran orang lain yang ada disekitarnya. 

Seorang overtingking mungkin akan menjadi sangat cemas dan sedih hanya karena ada orang yang mengomentari tentang dirinya.

Rasa Takut dan Cemas Berlebihan 

Seorang overtingking juga sering mencemaskan sesuatu secara berlebihan. Akibatnya mereka merasa takut dengan hal-hal yang ada di pikiran mereka sendiri. Meskipun hal itu baik jika dilakukan tidak berlebihan. Tetapi jika berlebihan bisa-bisa pikiran tersebut membuat dia menjadi takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan tidak suka dengan tantangan.

Terlalu Curiga Pada Semua Orang 

Di zaman sekarang memang kita tidak boleh terlalu percaya pada seseorang. Seperti orang yang baru kita kenal atau orang yang tiba-tiba datang menawarkan sesuatu. Menaruh rasa curiga terhadap beberapa orang kadang menjadi sesuatu yang baik. Tetapi terlalu curiga kepada orang lain bahkan kepada semua orang adalah sesuatu yang menunjukkan bahwa diri kita adalah seorang yang selalu banyak berpikir. 

Berbagai macam skenario dengan menuduh orang lain salah atau tidak bisa mempercayakan sesuatu kepada orang lain adalah sesuatu yang justru menyusahkan diri kita sendiri. Kita akan menjadikan orang lain ketika bertemu dan berteman dengan diri kita. 

Rasa Cemas Berlebihan

Kalau tidak mendapatkan respon yang cepat misalnya saat kita mengirimkan chat kepada teman kita. Kemudian kita tahu teman kita sudah membaca chat kita tetapi dia tidak segera membalasnya. Buat beberapa orang mungkin teman kita tidak bisa membalas karena dia sedang di jalan atau mungkin dia sedang tidak bisa membalas karena kesibukan dan lain sebagainya. 

Tetapi untuk seorang overtingking akan menjadi sangat rumit ketika chat tidak dibalas dengan segera ia muncul prasangka prasangka yang tidak-tidak. Ia kemudian bertanya apakah ada yang salah dengan dirinya. Apakah ia benci sama dirinya dan lain sebagainya. 

Mencoba Menghindari Konflik Sebanyak Mungkin 

Konflik dalam kehidupan kita pasti akan selalu terjadi. Bahkan dua orang yang saling mencintai pun bisa saja berkonflik. Apalagi orang yang menjalin hubungan biasa atau orang yang mungkin bahkan sedang berkompetisi pasti dia akan konflik. 

Itu adalah sebuah keniscayaan seorang overtingking. Biasanya akan selalu menghindari konflik dan salah satu kebiasaan seseorang yang penting. Karena Ketika overtingking mengalami konflik adalah dengan cara mengalah dia menjadi seorang yang mengalah. 

Karena mengalah bisa menjadi baik dan sebaliknya dalam keadaan tertentu. Justru menjadi sikap yang buruk ketika kita dalam posisi yang benar tentu kita tidak boleh mengalah. Kita harus Tunjukkan diri kita benar tentunya dengan cara yang baik dan dengan seperti itu kita akan menjadi orang lain terlihat sebagai seorang yang punya prinsip, punya pendirian, punya kekuatan dan sebagainya. 

Sulit Fokus 

Fokus tidak mudah dilakukan oleh semua orang. Biasanya akan jauh lebih sulit bagi seorang overtingking. Orang yang overtingking akan sulit untuk sesuatu hal dalam waktu yang lama. Karena terlalu banyak hal yang dia pikirkan. Sehingga membuat dia tidak bisa fokus pada satu hal. 

Susah Move On

Seorang overthinker biasanya susah move on dan sulit menghadapi kenyataan. Mungkin setelah putus dengan pacar atau karena harus pindah rumah dan berpisah dengan teman-teman dan lain sebagainya. Seorang overthinker sulit menerima orang baru dan suasana yang baru. 

Semata-mata karena dia merasa khawatir tidak bisa menyesuaikan dengan hal-hal yang baru atau merasa akan salah ketika melakukan ini dan itu di lingkungan yang baru. 

Bad Mood Tanpa Alasan yang Jelas 

Seorang overthinker mungkin akan menunjukkan perasaan positif, perasaan, bahagia dan ceria dalam suatu waktu tetapi tidak lama kemudian ia menjadi orang yang 180° berbeda. Ia terlihat murung dan bad mood tanpa alasan yang jelas. 

Penyebabnya adalah mungkin karena pikiran dan perasaan yang cukup rumit dengan berbagai macam pertimbangan. Akan banyak hal yang kadang tiba-tiba muncul dan merusak mood baik orang itu. Sehingga kemudian secara mendadak ia menjadi orang yang bad mod.

Sulit Memaafkan Kesalahan Orang Lain 

Seorang overthinker biasanya selalu mengingat dengan hal buruk yang terjadi dalam dirinya. Sebagai pertimbangan agar tidak terjadi di masa yang akan datang. Terkesan sikap yang seperti itu memang baik. Tetapi kadang menjadikan seorang overthinker sulit untuk memaafkan kesalahan orang lain. Sulit berdamai dengan orang-orang yang pernah berbuat kesalahan atau menyakiti dirinya.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel