-->

10 Tips hidup bahagia Mario Teguh

10 Tips hidup bahagia Mario Teguh

Semua orang pasti ingin bahagia, karena bahagia adalah sesuatu yang subjektif. Tidak ada satupun orang yang kemudian bisa mendefinisikan apa itu bahagia. Mungkin kamu bisa banyak uang, banyak harta, jabatan yang bagus, karir yang baik dan dianggap menjadi seseorang yang bahagia. 

Tetapi ternyata semua itu hanya membuat hidup lebih mudah, dan hidup yang mudah tidak selalu bahagia. Yang orang yang kemudian sudah punya jabatan yang bagus, uang yang banyak tetapi dia tidak merasa bahagia, dan harus berakhir dengan bunuh diri misalnya. 

Sebagian orang mungkin lupa bahwa ternyata bahagia ada dalam diri setiap orang. Semakin banyak berusaha, kita mungkin merasa tidak menemukan apa-apa. Sebab ternyata kebahagiaan itu ada di hadapan kita. Hanya saja kita yang sering melewatkan nya. 

Kita juga kadang mempersulit diri, memperumit masalah, padahal sebenarnya masalah dan cobaan hidup tidak sesulit dan tidak serumit apa yang kita pikirkan. 

Berikut Catatan Baru berikan beberapa hal yang harus kita tinggalkan dan kita ubah untuk merubah mindset dalam diri kita untuk mendefinisikan sebuah kebahagiaan. 

Impian yang Tidak Realistis 

Tidak ada salahnya kita punya impian atau cita-cita yang besar. Tetapi bukan berarti kita membuat impian yang tidak realistis atau sesuatu yang tidak mungkin bisa kita capai. Punya tujuan yang tidak realistis hanya akan membuat kita selalu berada dalam kondisi yang penuh dengan tekanan. Membuat kita selalu merasa gagal, dan selalu kecewa dengan diri kita sendiri. 

Artinya kita akan selalu tidak bisa menikmati kehidupan kita, kita tidak akan bahagia. Yang perlu dilakukan adalah kita boleh punya impian yang besar, tetapi kita juga mampu mendefinisikan tahapan-tahapan menuju kesana dalam bentuk pekerjaan-pekerjaan yang kecil. 

Kita akan bahagia jika kita tahu tahapan yang kita selesaikan satu-persatu dalam proses menuju impian besar kita itu. 

Menyimpan Amarah dan Dendam 

Melepaskan rasa benci amarah dan dendam memang sulit. Tetapi kita harus melakukan itu supaya kita bahagia. Hal buruk, kekecewaan, kebencian kesedihan di masa lalu harus kita terima. 

Karena memendam benci dan amarah tidak akan mengubah apa-apa. Yang berlalu sudah berlalu, dan tidak akan pernah bisa berubah. Kita tidak akan pernah bisa memutar waktu. Yang bisa kita lakukan hanyalah menerima dan berdamai sambil mengambil pelajaran dan hikmah untuk langkah kita kedepan. 

Hubungan yang Toxic 

Inilah saatnya kita ucapkan selamat tinggal kepada mereka-mereka yang menjadi toksik dalam kehidupan kita. Teman yang suka memanfaatkan, teman yang bikin stres, kekasih yang posesif, kekasih yang kasar, dan semua hal yang jika kita evaluasi membebani hidup kita serta tidak ada timbal balik terhadap diri kita.

Jangan takut meninggalkan mereka yang menyakiti kita dan merugikan kita. Sekarang saatnya kita mulai mencari hubungan kita dengan orang-orang yang benar-benar mencintai kita. Yang mengerti kita, yang bisa menerima kita. Saatnya kita membuat hubungan yang sehat untuk diri kita dan hidup kita yang lebih bahagia. 

Zona Nyaman 

Apakah kita merasa hidup kita stagnan dan ingin sebuah perubahan. Apakah kita merasa hidup kita terasa hambar. Begini-begini saja, teman tidak bertambah, ilmu tidak bertambah, pengalaman gitu-gitu aja. 

Rasanya hidup terasa sangat membosankan kalau kita merasakan hal yang seperti itu. Inilah saatnya kita bergerak meninggalkan zona nyaman kita, dan mengambil sebuah tantangan, peluang baru atau paling tidak kita mencoba sesuatu yang baru. 

Memang mengambil peluang atau tantangan yang baru tidak memberikan jaminan akan sebuah keberhasilan. Tapi paling tidak kita punya pengalaman baru, ilmu baru, teman baru yang semuanya itu akan membuat hidup kita menjadi lebih dinamis. 

Kita akan merasa bahagia dan puas karena kita paling tidak sudah pernah mencoba. Kita bisa mencoba mengambil kursus singkat misalnya. Atau pelatihan-pelatihan skill tertentu, atau lebih ekstrem lagi kita mungkin bisa resign dari pekerjaan yang membosankan kita, dan mencoba pekerjaan yang baru. 

Yang pasti semua itu tentu dalam batasan sesuai perhitungan risiko yang sudah kita pikirkan. 

Perfeksionis 

Kadang untuk mencapai sebuah kesempurnaan dibutuhkan beberapa kali percobaan dan perbaikan. Jangan punya ekspektasi bahwa sekali mencoba hasilnya akan sempurna. Karena hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi. 

Sebuah software harus melewati berpuluh-puluh versi untuk sempurna. Itu adalah proses. Jangan menjadi orang yang terlalu perfeksionis yang selalu berpikir bahwa semua akan sempurna dalam satu kali percobaan. 

Menjadi Orang Lain

Kita semua pasti ingin agar diri kita diterima oleh orang-orang disekitar kita. Kadang karena keinginan itu kemudian kita menjadi serba ingin menyenangkan orang lain. Tidak peduli apakah hal itu membuat kita kehilangan harga diri atau tidak tidak peduli apakah itu menyalahi hati nurani kita. 

Prinsip kita atau keinginan kita di lain sisi kita ingin menyenangkan dan diterima oleh orang lain. Tetapi di sisi lain kita mengorbankan perasaan kita. Kita menjadi tertekan dengan apa yang kita lakukan itu. 

Jangan takut untuk berbeda dan tidak diterima oleh orang lain. Karena pasti dalam sikap kita, ada orang yang setuju dan ada orang yang tidak setuju. Yakinlah pada prinsip menjaga harga diri dan berikan nilai terhadap kita sendiri. 

Egois

Berapapun banyaknya harta dan uang yang ditabungnya. Seberapa penting kita akan selalu untuk memilih gaya hidup yang sederhana dan rendah hati. Semakin kita merasa besar dan merasa lebih daripada orang lain. Maka semakin kita tidak bisa melihat kesalahan dan kekurangan dalam diri kita sendiri. 

Mengalah bukan berarti kalah. Ingatlah sebuah pepatah ilmu padi semakin berisi semakin merunduk. Jangan mengikuti ego yang selalu ingin menang sendiri karena tidak akan pernah membuat kita bahagia. 

Merasa Semua Bisa Kita Kontrol 

Mempunyai rencana adalah hal yang tentunya sangat baik. Semua hal harus kita rencanakan. Tetapi merasa bahwa semua berada dalam kontrol adalah hal yang perlu untuk kita evaluasi. Rencana tetaplah rencana. Bisa berhasil, bisa juga tidak. 

Kita juga harus sadar bahwa ada tangan lain yang menentukan keberhasilan kita. Ada tangan Tuhan yang bekerja pada setiap rencana kita. Bersyukurlah Kepada Tuhan atas keberhasilan kita, dan tawakal atau meminta pertolongan kepadanya ketika rencana kita gagal. 

Kebiasaan yang Tidak Sehat 

Kebiasaan buruk seperti merokok, begadang dan kebiasaan yang tidak sehat lainnya harus sedikit demi sedikit kita kurangi. Mulailah untuk mencintai tubuh kita sendiri, mulailah untuk berolahraga, mulailah untuk menata tempat tinggal kita dengan rapi, mulailah untuk tidur secara teratur, mulailah kebiasaan yang sehat. Karena sakit itu selalu tidak membahagiakan 

Takut Gagal 

Mau tidak mau kita akan tumbuh dewasa, dan mau tidak mau kita akan dituntut dengan beban dan cobaan yang akan semakin berat. Oleh karenanya, kita pun juga harus menyiapkan pundak yang kuat. 

Kadang kita harus mencoba berkali-kali sampai berhasil. Kadang kita harus gagal berkali-kali sampai kita mendapatkan keberhasilan. Gagal mungkin dibutuhkan agar keberhasilan terasa manis dan sempurna. 

Takut akan kegagalan itu akan mempersempit peluang dan membuat potensi kita tidak keluar. Jadi tidak berani untuk mencoba bagaimana keberhasilan itu akan bisa kita dapatkan. Karena gagal itu biasa, semua orang pernah gagal. Tetapi tidak semua orang mampu bangkit. Hanya pemenang dan orang yang sukses yang bisa melakukannya.

Nah itulah beberapa hal yang perlu kita tinggalkan agar hidup kita lebih bahagia. 

Kebahagiaan adalah milik semua orang, termasuk diri kita. Tetapi bukan berarti kebahagiaan itu mudah untuk didapatkan. Kebahagiaan itu perlu diusahakan. Mengurangi ego, membuang ketakutan, membuang kebiasaan buruk, adalah hal yang tidak mudah dilakukan. Tetapi perlu untuk kita usahakan agar hidup kita keluar dari ketidak bahagian. 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel