-->

Tips Agar Jualan Laris Manis dan Banjir Pembeli

Tips Agar Jualan Laris Manis dan Banjir Pembeli

Pada kesempatan ini catatan baru akan memberikan sebuah materi terutama bagi para penjual produk yang merasa kebingungan gimana sih caranya bisa menjual produk apapun itu dan bagaimana pun itu kondisinya supaya barang itu jadi cepat laku.

Oke tetapi tolong saya mau teman-teman untuk segera mempraktekkan apa yang ada diartikel ini secepat mungkin. Karena apa percuma saja jika kamu membaca tapi tidak mempraktekanya.

Sebenarnya berdasarkan dari pertanyaan-pertanyaan yang sering ada di pikiran saya. Saya sempat bertanya terhadap diri saya sendiri kenapa kau ada orang yang kalau menjual produk kayaknya laku banget. Mungkin sama seperti teman-teman yang menjual produk udah lama tapi kok nggak laku-laku. 

Nah kira-kira apa sih yang menjadi penyebabnya, kira-kira kenapa bisa ada barang yang gampang laku dan Kenapa juga ada barang yang tidak gampang laku, gimana acaranya?

Sebenarnya itu semua berawal dari prinsip penjualan itu sendiri. Saya yakin barang yang teman-teman jual kemudian tidak laku itu yang salah bukan barangnya, tapi yang salah adalah prinsip teman-teman di dalam menjual produknya.

Prinsip apa?  Maksudnya gini, kalau seandainya kita menjual produk kebanyakan, Sebagian besar orang melakukan satu kesalahan besar yang membuat produknya menjadi tidak laku.

Apa itu kesalahannya? kesalahannya adalah karena mereka memposisikan diri mereka sebagai seorang penjual.

Ya itu benar sekali, banyak orang yang gagal di dalam menjual apapun itu karena mereka memposisikan diri mereka sebagai seorang penjual.

Padahal cara paling simpel dan paling efektif di dalam menjual sebuah produk adalah cuman satu posisikan dirimu sebagai seorang pembeli. Posisikan dirimu sebagai seorang calon pembeli.

Coba sekarang saya minta tolong sama teman-teman apapun produk yang teman-teman sudah jual tapi belum laku, Coba lihat lagi.

Apakah dari mungkin dari kata-kata penjualannya sudah memikat teman-teman. Seandainya teman-teman adalah pembeli lihat lagi bentuk-bentuk fotonya mungkin.

Apakah foto-fotonya itu mengundang teman-teman untuk melihat atau mungkin tertarik lebih jauh.

Coba lagi lihat dari harganya. Apakah menurut teman-teman sebagai seorang pembeli harga yang ditawarkan oleh teman-teman sendiri sudah masuk akal.

Dan yang terakhir coba lihat lagi kata-katanya. Apakah kata-kata yang teman-teman katakan sudah menarik minat. 

Seandainya teman-teman adalah seorang pembeli, simple banget ya jadi saya selalu mengatakan baik dalam dunia bisnis online maupun bisnis offline. Ciri khas dari penjual yang baik itu satu mereka selalu memperhatikan pembeli atau customer dan cara mereka untuk memperhatikan customer atau calon pembeli dengan baik adalah dengan cara memposisikan diri mereka sebagai seorang calon pembeli.

Kalau seandainya kita memposisikan diri kita sebagai calon penjual atau sebagai seorang penjual kita akan menjadi Maruk duit. Maksudnya gimana? jual produk setinggi-tingginya harganya ya kan mau lu suka atau engga masa bodoh.

Kata-katanya cuman diperhatikan nih kata-katanya cuman kata-kata gombal. Banyak sekali orang-orang di luar sana termasuk saya juga dulu sendiri menjual produk itu asal-asalan.

Saya pasang foto saya enaknya kata-katanya juga biasa aja gitu pasang produk harganya tinggi dan hasilnya Apa?

Betul sekali produk saya menjadi hiasan tidak terjual.

Nah bagi teman-teman sedang menjual produk-produk online terutama coba perhatikan posisikan diri teman-teman sebagai pembeli, kemudian masuk lagi ke lapak penjualan yang teman-teman buat.

Kemudian teman-teman tanya ke diri teman-teman sendiri pertanyaannya simple. Apakah teman-teman bakal membeli produk yang ditawarkan di lapak teman-teman sendiri?

Seandainya teman-teman memposisikan diri sebagai seorang pembeli dengan pembeli. Simpelkan?

Nah kalau misalnya teman-teman sudah memposisikan diri sebagai seorang pembeli ada 1 tips lagi ini teman-teman yang mungkin bisa langsung teman-teman pakai.

Saya selalu mengatakan begini, kalau seandainya teman-teman ingin produknya terjual dengan baik perhatikan hal yang disebut dengan kejujuran.

Sekali lagi kejujuran. Banyak teman-teman saya termasuk diri saya sendiri sering melakukan penjualan dengan tidak menyebutkan kekurangan dari produk yang saya jual.

Itu dia masalahnya teman-teman. Banyak orang-orang yang hanya menawarkan produk berdasarkan kelebihannya saja. Padahal yang namanya calon pembeli Mereka pun juga ingin tahu barang yang lu jual ini kekurangannya apa. Apa yang membuat barang ini menjadi punya kekurangan.

Kenapa kita penting menyebutkan kekurangannya agar pembeli tidak kecewa.

Sekarang teman-temanku di mana pembelinya kecewa kemudian pergi atau pembelinya justru menganggap teman-teman sebagai penjual yang jujur. Kemudian percaya kepada teman-teman di lain hari di lain waktu ketika teman-teman menjual produk-produk yang lain ingat dengan kamu.

Rasa percaya adalah akar dari sebuah transaksi pembelian atau penjualan. 

Nah bagi teman-teman cukup itu aja tips dari saya perhatikan dan jadikan diri kalian sebagai calon pembeli bukan calon penjual dan lihat hasilnya oke.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel