Pengertian Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Resikonya

Pengertian Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Resikonya

Hay, hari kali ini catatan baru mau membahas tentang reksadana. Mungkin sebagian dari kalian udah ada yang tau tentang reksadana, tapi nggak ada salahnya jika kita membahas tentang hal ini. Tapi sebelum kita lebih lanjut membahas tentang reksadana, ada baiknya kita mengetahui sedikit tentang investasi. Sebenarnya tujuan investasi itu sangat sederhana, yaitu dengan berinvestasi kita bisa mulai mempersiapkan kebutuhan di masa yang akan datang dengan memanfaatkan uang yang kita miliki pada saat ini. 

Kebutuhan itu tentunya ada kebutuhan jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, ataupun untuk mempersiapkan dana pensiun. Namun perlu kita ketahui bahwa kita tidak bisa selamanya produktif  dalam bekerja. Sehingga investasi merupakan salah satu kunci dalam kehidupan kita. Dengan disiplin berinvestasi kita mampu untuk memenuhi segala kebutuhan kita di masa yang akan datang. 

Setelah kita tahu pentingnya berinvestasi, maka pertanyaan yang mungkin sering muncul dalam benak para investor adalah kita investasikan uang kita ke mana sih? Nah disini sebenarnya ada tiga instrumen investasi klasik yang sering sekali kita temui. yaitu ada deposito, obligasi dan saham.

Deposito 

deposito merupakan salah satu produk investasi yang sangat umum dan sering digunakan. Deposito  merupakan bentuk produk dari bank di mana kita sepakat untuk menyimpan uang kita ke bank dengan tingkat suku bunga tertentu yang bisa ditarik setelah periode tertentu selesai. 

Biasanya periodenya cukup singkat, yaitu kisaran satu bulan, tiga bulan atau bahkan sampai satu tahun. Sedangkan imbal hasilnya, kurang lebih sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pada saat ini adalah sekitar 4%, nah ini tentunya menjadikan deposito menjadi sangat cocok untuk kebutuhan jangka pendek. 

Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh penerbit bisa dari pemerintah atau korporasi di mana ketika kita berinvestasi di surat hutang, maka kita sebagai pemegang obligasi tersebut. Stelah itu kita akan mendapatkan kupon bunga beserta dengan pokok yang akan dikembalikan di akhir periode obligasi. 

Biasanya suku bunga dari obligasi itu lebih tinggi 2% diatas deposito. Tetapi jangka waktu pencairannya bisa tahunan, bisa lebih dari 1 tahun. Obligasi sangat cocok untuk investasi jangka menengah. 

Saham

Ketika kita membeli saham, berarti kita membeli sebagian kepemilikan dari perusahaan tersebut. Caranya juga sangat mudah sekali. Kita hanya perlu datang ke sekuritas, kemudian membuka rekening saham, lalu dengan account trading kita bisa melakukan jual beli perusahaan yang disediakan oleh sekuritas. 

Ada banyak sekali perusahaan yang bisa kamu pilih. Seperti misalnya Bank BCA, Bank BRI, Telkom Asra, Indofood dan sebagainya. Ketika kita menanamkan saham disalah satu perusahaan tersebut, maka dari sini kita bisa mendapatkan keuntungan dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan. 

Selain itu apabila perusahaannya terus-menerus bertumbuh dan mencetak laba, maka diharapkan harga dari saham yang kita beli tadi akan naik. Tentunya ini yang menjadi alasan kenapa saham sangat cocok untuk kebutuhan jangka panjang. 

Terus gimana jika kalian tidak memiliki waktu ataupun bingung ketika harus menaruh uang sendiri ke deposito dan obligasi atau pun juga bingung ketika ingin memilih saham sendiri? Takut salah salah investor mungkin? atau ingin yang lebih simple dan tidak perlu memilih satu persatu? 

Pengertian Reksadana

Nah jawabannya adalah ada Reksadana. Definisi reksadana menurut undang-undang pasar modal didefinisikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. 

Jadi dalam bahasa lainnya adalah para investor yang mempunyai sekumpulkan dana, kemudian berkumpul menjadi satu dan masuk ke dalam produk-produk investasi, dimana yang memilihkan produk investasi tersebut adalah suatu tim atau orang lain yang bernama manajer investasi. 

Jenis-jenis Reksadana

Jenis-jenis Reksadana sendiri ada beberapa macamnya. Tetapi ada tiga reksadana yang cukup populer dimasyarakat yaitu Reksadana pasar uang,

Reksadana pasar

Reksadana pasar uang ini isinya adalah deposito plus obligasi yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun. 

Reksadana Obligasi

Reksadana obligasi atau reksadana pendapatan tetap isinya bisa berupa obligasi. Baik obligasi negara maupun obligasi korporasi. 

Reksadana Saham

Reksadana saham isinya adalah saham-saham yang sudah dipilihkan oleh si manajer investasi. Reksadana saham sendiri terbagi menjadi dua. Yang pertama reksadana saham yang dikelola secara aktif. Dimana tujuan dari manajer investasi ini adalah ingin mengalahkan yang namanya the market. 

Kemudian yang kedua adalah reksadana saham yang dikelola secara pasif, dengan tujuan untuk menyamai market. Di mana isi sahamnya adalah saham-saham yang terdaftar di dalam indeks acuannya. Contohnya seperti Jakarta Islamic index. 

Keuntungan Investasi Reksadana?

Reksadana pasar uang apabila dibandingkan dengan deposito memiliki keuntungan sebagai berikut. Apabila di deposito minimal investasi jarang sekali bisa sampai angka Rp10.000. Sedangkan untuk reksadana pasar uang itu sangat dimungkinkan sekali kita bisa investasi di produk-produk dengan minimal deposit hanya Rp10.000 saja. 

Kemudian karena reksadana pasar uang ini mengumpulkan dana dari masyarakat. Sehingga aset kelolaannya atau asset under management nya itu bisa mencapai ratusan miliar, bahkan triliunan. Sehingga manajer investasi memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan bank-bank yang akan menerbitkan deposito. 

Bagaimana dengan reksadana obligasi atau pendapatan tetap? Sama kalau seandainya kita membeli obligasi biasa. Maka kita wajib membeli dengan nominal yang sangat tinggi, dan juga kita harus menunggu dalam waktu sekian tahun. 

Sedangkan apabila kita membeli reksadana, ada beberapa reksadana obligasi yang dijual dengan harga minimal Rp100.000 saja. Selain itu bisa juga ditarik dalam waktu kurang dari 1 tahun tanpa harus terkena penalti. 

Berikutnya untuk reksadana saham juga berguna apabila kita tidak memiliki pengalaman atau tidak memiliki waktu untuk menganalisa fundamental dari suatu perusahaan. Dalam hal ini kita bisa biarkan saja manajer investasi yang memiliki tim atau analis saham yang kuat untuk bisa memikirkan Strategi saham-saham apa yang kita beli. 

Kita juga bisa memilih reksadana yang dikelola secara pasif. Yaitu reksadana indeks di mana kita mempercayakan manajer investasi untuk membelikan saham-saham yang terdaftar di suatu indeks. Karena tentu saja setiap saham juga ada resiko yang perlu kita perhatikan. Apabila kita ingin berinvestasi di reksadana, yang pertama reksadana itu memiliki fee yang cukup banyak. Jadi ada fee pembelian, fee penjualan, management fee dan sebagainya. 

Resiko Investasi di Reksadana

Kemudian ada beberapa manajer investasi yang apabila sempat kalian lihat berita-berita di beberapa bulan sebelumnya ada yang ditegur oleh OJK. Bahkan beberapa produknya dilikuidasi oleh OJK. Tentu hal ini ada kemungkinan atau resiko kita salah memilih manajer investasi. Manajer investasi yang tidak kredibel dan tidak mampu untuk mengelola dana kita dengan lebih baik. Itu adalah salah satu kerugian yang bisa kita temukan di reksadana. 

Oke jadi itulah pengertian reksadana, jenis-jenis reksadana, keuntungan investasi di reksadana dan resiko yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi di reksadana.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Resikonya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel