8 Tips Memulai Bisnis Wedding Organizer

8 Tips Memulai Bisnis Wedding Organizer

Pada kesempatan catatan baru akan membahas terkait tips untuk memulai bisnis wedding organizer. Gimana sih cara memulai bisnis wedding organizer? Sebenarnya bisa dibilang simpel tapi bisa dibilang gampang-gampang susah. Karena seperti yang kita tau bahwa wedding organizer merupakan bisnis yang bergerak di bidang jasa. 

Jadi bukan seperti dagang produk yang di mana orang bisa pegang barangnya atau bisa nyobain yang misalnya nggak enak nggak jadi beli dan lain-lain. Tapi kalau wedding organizer sendiri itu bergerak di bidang jasa, di mana orang membeli produk tersebut maka disitu ya dia merasakan xperience. Dengan kata lain nggak bisa dicoba dulu atau dites dulu. 

Nah pada kesempatan ini admin bakalan kasih tau tentang 8 tips yang bisa kamu terapkan untuk memulai bisnis wedding organizer. Oh iya, sebelum itu kalau ditanya soal bisnis wedding organizer kedepannya itu akan seperti apa. Apakah turun, naik atau mati? Bisa dibilang bahwa wedding organizer itu adalah suatu bisnis yang tidak akan pernah mati. 

Karena dalam menjalankan bisnis wedding organizer itu tergantung dari kreativitas dan konsistensi kita dalam menjalankan bisnis tersebut. Karena seperti yang kita tahu bahwa setiap tahunnya itu pasti orang-orang ada yang menikah. Jadi bisnis ini gak ada matinya, hanya saja ada penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan untuk membuat bisnis kita tetap eksis. 

Menyiapkan Tim

Yang pertama adalah menyiapkan tim. Yang dimaksud tim disini bisa jadi adalah teman dekat kalian. Dalam hal ini utamakan teman-teman kalian yang sudah menikah dan sudah pernah menyewa wedding organizer. 

Karena biasanya mereka udah punya gambaran tentang acara pernikahan seperti apa dan tentunya mereka sudah pengalaman menikah itu seperti apa dan apa aja yang dibutuhkan. Nah untuk persiapan ini kamu bisa membuat tim berisikan 5 sampai 8 orang. Nantinya tim ini akan menyesuaikan dengan besarannya acara.

Membuat Daftar Vendor

Yang kedua adalah membuat daftar vendor. Pembuatan daftar vendor yang dimaksud adalah kalian untuk membuat Wedding Organizer kalian tidak harus membuat kerjasama dulu dengan vendor-vendor sebenernya. Kalian bisa list aja dulu minimal itu 5 nama vendor dari masing-masing jasa vendor yang mereka berikan. 

Sebagai contoh di sini ada catering dan dekorasi itu satu, ada juga yang mereka berdiri sendiri-sendiri. Selanjutnya di sini ada MUA dan wardrobe juga biasanya itu satu paket. akan tetapi bisanya ada juga klien yang meminta dipisah.

Sealain itu ada ada juga MC, Ada Band, foto dan videografi, selanjutnya di sini ada acara adat biasanya bergabung dengan MC. Bisa juga acara adat khusus biasanya berdiri sendiri, selanjutnya di sini ada mercendais dan undangan. 

Trus gimana di mana kalian bisa mendapatkan list vendor?  Kalian bisa cek di Instagram, kalian bisa lihat nama-nama vendor yang nantinya dibutuhkan. Berapa banyak namanya, kalian bisa list minimal 5 dari masing-masing nama vendor tersebut. Gunanya agar kalian bisa memberikan sugest kepada klien dan jangan lupa kalian harus tahu kontak-kontaknya.

Menyiapkan Lembar Kerja Administrasi

Kemudian yang ketiga adalah menyiapkan lembar kerja administrasi. Lembar kerja yang dimaksud adalah data isian atau data klien yang akan diisi oleh klien itu sendiri. Nah datanya apa aja sih? Isianya itu mulai dari nama lengkap, nama orang tua, sampai ke list nama tamu undangan.

Dari situ gunanya untuk mengetahui list tamu yang VIP, reguler dan yang noemal.Selanjutnya dari situ ada list vendor yang sudah dipilih dan disitu ada juga harganya berapa dan checklist. Checklist itu berguna untuk menginformasikan atau menyiapkan kepada klien list vendor mana aja yang sudah dibayar atau baru di bayar DP. 

Selanjutnya yang paling penting adalah rundown acara. Rundown acara kita bisa buat yang umum terlebih dahulu atau bisa juga kita buat mulai dari yang umum sampai ke acara adat khusus. Untuk cara membuat rundown acara bisa download atau cari tahu di Google itu ada banyak sekali rundown acara pernikahan itu seperti apa.

Cari Klient

Nomor 4 ini paling penting. Jadi kalian harus cari klien dulu. Untuk klien pertama kalian bisa coba cari klien saudara dekat dulu. Atau bisa coba ikut dulu tergabung ke panitia keluarga dan kalian mendekatkan diri ke vendor yang telah dipilih, itu untuk pengalaman kalian. 

Bisa juga rekan dekat kalian. Sebaiknya yang kalian pilih tadi itu memiliki track record atau punya pertemanan yang baik dengan orang-orang. Jadi kalian bisa meningkatkan nilai kepercayaan dari klien kalian nantinya. 

Jangan Komersil Dulu

Tips nomor 5 di sini penting juga untuk kalian jangan dulu komersil dulu. Setidaknya di situ kalian bisa menutupi operasional kalian. Sebagai contoh sewa HT atau pulsa untuk kontak dengan dengan klien. Nah sisanya itu dibayar dengan pengalaman. Jadi semakin banyak acara yang kalian handle itu nilai kalian akan semakin naik. Jadi untuk acara pertama jangan langsung narif harga mahal, yang terpenting adalah perbanyak dulu klien dan pengalaman.

Persiapan Peralatan Operasional Pendukung

Selanjutnya juga harus menyiapkan peralatan pendukung. Seperti halnya tadi, kalian harus mempersiapkan HT. HT juga kalian gak usah beli, kalian bisa sewa. Selanjutnya ada rundown acara dan terakhir itu ada buku undangan atau buku tamu undangan. 

Biasanya sebagaian vendor lain seperti catering dan dekor sudah menyiapkan buku undangan tersebut. Tapi bisa juga tidak dipersiapkan, untuk itu kalian harus sudah siap untuk membawa buku undangan tersebut apabila vendor lain tidak mempersiapkan.

Dokumentasikan Acara Kamu

Yang ke tujuh kalian bisa mendokumentasikan acara yang pernah kamu jalankan. Karena itu hal yang paling penting. Jadi kalau kita balik ke nomor 4 di situ cari klien dulu, coba kalian dokumentasikan secara baik dan secara detail acara pernikahan atau acara yang kalian hendel pertama kali. Karena itu sangat penting untuk media kalian berjualan nantinya. 

Buat Media Sosial dan Paket Harga

Untuk yang terakhir baru kalian buat Instagram atau WA admin dan lainnya. Karena kalian sudah punya portofolio di acara pertama kalian. Jadi gunakan sebaik-baiknya portofolio acara pertama tersebut, lalu kalian sudah mulai membuat paket-paket yang akan kalian berikan kepada klien. 

Lalu bedanya jasa Wedding Organizeryang satu dengan yang lainnya apa sih? Sebenarnya beda sama makanan dan minuman dimana kalian bisa mendapatkan cirikhas atau perbedaan dari masing-masing produknya, entah itu dari rasa atau penampilan. 

Nah untuk Wedding Organizer untuk sendiri pada dasarnya itu sama, perbedaanya adalah pelayanan yang kalian berikan kepada klien. Dan biasanya itu dari mulut ke mulut. Jadi kalau mereka sukda dengan kerajaan kamu biasanya dia ngomong lagi ke tekannya dan temenya akan tertarik untuk menggunakan jasa kalian. 

Jadi jika kalian menghandle suatu acara tolong dipergunakan sebaik-baiknya. Mulai dari persiapan acara sampai ke acara itu selesai. Kalian harus benar-benar memberikan haris terbaik supaya memudahkan kalian mendapatkan klien yang baru lagi. 

Karena seperti yang kita tau bahwa menikah hanya sekali seumur. Jadi kalian harus memberikan jasa sebaik-baiknya. Jangan pernah mengecewakan klien atau memberikan jasa yang kurang baik kepada klien, karena itu sangat berpengaruh ke depannya. 

Belum ada Komentar untuk "8 Tips Memulai Bisnis Wedding Organizer"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel