-->

5 Cara Menghilangkan Kebiasaan Boros Paling Mudah

5 Cara Menghilangkan Kebiasaan Boros Paling Mudah

Mengubah kebiasaan boros bukanlah hal yang mudah. Memang secara umum yang namanya mengubah kebiasaan atau membuat kebiasaan yang baru itu tidak akan pernah gampang. Apalagi untuk mengurangi atau menghilangkan kebiasaan tidak baik, tentu saja hal ini sangat-sangat sulit untuk dilakukan.

Nah pada kesempatan ini catatan baru akan membahas dan berbagi tips mengenai cara menghilangkan salah satu kebiasaan yang tidak baik yaitu kebiasaan boros, kemudian belajar cara membiasakan diri untuk rajin menabung.

Namun sebelum kita masuk tentang cara mengubah kebiasaan boros yang biasa kita lakukan. Ada baiknya jika kita bahas dulu mengenai kebiasaan itu sendiri. Berdasarkan buku The Power of habit  kebiasaan terdiri menjadi tiga fase yaitu pemicu, rutin, reward. 

Oke kita bahas satu persatu. Contohnya begini, misal kebiasaan yang ingin kamu ubah adalah belanja baju. Kenapa kamu senang belanja baju? Kamu bisa tanyakan kepada diri sendiri kenapa kamu harus beli baju ini sampai kamu yakin memang itu jawabannya. Karena bisa jadi alasan utama kenapa kamu ingin membeli baju adalah karena agar bisa eksis di media sosial dengan memakai baju baru. Atau mungkin supaya kamu tidak bosan saja di rumah dari rutinitas ini. 

Kalau kita bicara soal fase, biasanya ada pemicu yang disebabkan oleh beberapa hal. Bisa dari tempat, waktu, mood, orang atau kejadian. Contohnya tempat misalnya, kalau kita masuk ke dapur otomatis pengen ngemil dong. Contohnya mungkin setiap pagi kita sudah terbiasa bangun tidur gosok gigi trus setelah itu sarapan atau minum kopi. 

Sedangkan faktor mood misalnya kalau kamu sedang bete, saat itu mungkin kamu mulai browsing di toko online. Sedangkan pemicunya orang bisa jadi setiap kali ketemuan sama teman di mall aktivitasnya adalah belanja barang. Kalau pemicunya kejadian bisa tersimple ada notifikasi promo dan diskon di HP, jadinya kamu akan belanja. 

Untuk itu coba kamu telusuri apa sih yang menyebabkan siklus kebiasaan boros dalam keseharian kamu. Misal kalau kamu suka beli Boba, Nah coba dilihat apa sih reward yang sebenarnya kamu dapatkan dan apa pemicunya. 

Kalau sudah tahu jelas apa pemicu dan di rewordnya. Kamu bisa lebih mudah untuk mengubah kebiasaannya. Untuk itu cobalah mulai sekarang unntuk memahami tentang apa reward yang bisa kamu dapatkan ketika ingin membeli sesuatu.

Misalnya ketika kamu ingin mengubah kebiasaan membeli minuman Boba di toko Boba dekat kantor pada sore hari. Dari kebiasaan ini contohnya adalah berat badan kita naik atau jadi lebih boros karena hampir tiap hari membeli minuman Boba. 

Tidak peduli berapa kali kamu berusaha untuk berhenti dari kebiasaan ini di sore hari. Mulai sekarang coba kamu cari tahu siklus kebiasaannya. Yaitu kamu bisa urutkan reward mulai dari hal yang paling simpel dan yang paling jelas terlebih dahulu. 

Yang pasti rutinitas ini jelas pada sore hari. Kamu dan teman-teman kantor akan beli Boba di toko seberang kantor, kemudian balik kantor dan minum obatnya sambil kerja. Selanjutnya kita coba cari tahu atau pemicunya, apakah karena kamu lapar, bosan, butuh tambahan energi dari gula atau kamu butuh istirahat sebentar dari pekerjaan kamu, jadi kamu keluar untuk beli Boba. 

Selanjutnya kita masuk ke reward atau hadiah nya apa yang akan kamu dapatkan dari membeli minuman Boba tersebut. Apakah kamu membeli minuman tersebut sendiri? hangout dengan teman kantor? perubahan suasana sebentar dari ruangan kerja? atau tambahan energi dari gula untuk lebih fokus melakukan pekerjaan? 

Untuk mengetahui reward atau hadiah apa yang akan kamu dapatkan, kamu perlu bereksperimen. Karena hadiah merupakan sesuatu yang sangat powerfull, karena apapun kebiasaan yang kita lakukan tujuannya adalah untuk mendapatkan reward tersebut. 

Tapi reward ini kadang nggak jelas juga, karena kita akan mendapatkan reward nya tapi kita nggak menyadari apa sebenarnya yang kita dapatkan itu. Jadi maksudnya kita harus bereksperimen untuk mendapatkan reward dari hal-hal kecil yang kadang tidak kita sadari. 

Memang tidak cepat dan butuh waktu. Mungkin beberapa hari, beberapa minggu atau mungkin lebih lama. Jadi untuk rutinitas beli Boba ini contohnya. Coba keluar kantor di jam yang sama jalan-jalan sedikit di area kantor dan kembali ke ruangan kerja tanpa membeli apa-apa.

Hari berikutnya Coba keluar dan beli kopi, teh jus atau minuman lain yang nggak terlalu mahal kemudian balik ke kantor sambil minum di tempat kerja. Hari berikutnya coba kamu beli buah dan makan sambil ngobrol dengan teman-teman kantor. Di hari berikutnya lagi coba bangun dari tempat kerja kamu datangi teman kerja kamu di tempat duduk dia dan ngobrol sebentar, kemudian balik ke tempat duduk kamu. 

Yang penting dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui sebenarnya apa sih yang mendorong kamu untuk melakukan kebiasaan tersebut. Apakah sebetulnya kamu ingin istirahat sejenak dan mengubah suasana, maka sebenarnya cukup jalan keluar saja tanpa beli Boba. Atau kamu butuh tambahan energi yang berarti bisa kamu dapatkan dari kopi tanpa gula. 

Jika kamu sebenarnya hanya ingin ngobrol saja, maka cukup datangi teman kantor kamu sebentar tanpa keluar beli Boba. Setelah mengetahui rewordnya apa, sekarang kita masuk ke pemicunya. Dalam hal ini bisa jadi pemicunya adalah waktu. Setiap sore hari mungkin antara jam 3 hingga jam 4, kamu sudah terbiasa untuk keluar dan beli Boba. Jadi untuk mengubah kebiasaan di saat yang sama, kamu bisa menggantikannya sesuai dengan reward yang ingin kamu dapat. 

Contohnya misal reward nya adalah ngobrol dengan teman kantor. Maka setiap jam setengah empat sore kamu bisa berhenti sejenak untuk datang ke teman kantor kamu. Kemudian ngobrol selama 10 menit, kemudian kembali bekerja. 

Nah itu salah satu contoh untuk mengubah kebiasaan. Jadi yang perlu dilakukan bukan menghilangkan siklusnya sama sekali, tapi ubah bagian rutinitasnya sehingga reward nya tetap kita dapatkan. Tapi rutinitas dan pemicunya berubah. 

Hal yang sama juga bisa kita lakukan untuk kebiasaan yang lain. Misalnya apabila selama ini kamu punya kebiasaan belanja online, mungkin salah satu reward nya bisa jadi untuk menghilangkan kebosanan atau bisa jadi hal lain. 

Cara untuk mengetahuinya adalah dengan bereksperimen rewardnya. Mungkin kamu bisa main game atau olahraga. Intinya kamu ganti rutinitas dan pemicunya, namun kamu masih bisa mendapatkan reward nya. 

Sama halnya kalau kamu ingin mengubah kebiasaan boros. Dengan teknik ini aku saranin untuk mengubah satu kebiasaan saja dulu. Jika satu kebiasaan aja udah cukup menantang, takutnya kalau misal langsung kamu ubah banyak kebiasaan sekaligus, nanti mental kamu cepat capek dan malah bisa gagal usahanya. 

Untuk itu kamu bisa mulai dengan memilih kebiasaan yang paling boros atau kebiasaan yang paling mudah buat diubah. Yang terpenting kamu lakukan dulu aja satu persatu dan fokus akan hal itu. Biasanya yang termasuk kebiasaan boros itu adalah saat kamu belanja hal-hal yang hanya diinginkan bukan yang dibutuhkan. 

Kedua kamu bisa mengubah kebiasaannya sedikit demi sedikit. Kalau mengambil contoh minuman Boba sebelumya, mengubah kebiasaannya tidak langsung terjadi dalam waktu singkat. Bisa jadi dari awalnya 5 kali seminggu, menjadi 3 kali seminggu, kemudian 1 kali seminggu, baru kemudian tidak minum sama sekali. 

Ketika kamu mengubah kebiasaan secara perlahan. Kamu dapat memberikan diri kamu sendiri untuk lebih banyak waktu untuk beradaptasi. Karena memang tubuh kita butuh waktu untuk beradaptasi. Jadi intinya jangan memaksakan diri secara berlebihan. 

Ketiga berikan hal pemicu kebiasaan borosnya. Kalau kamu tahu pemicu borosnya adalah jalan-jalan keluar, kamu bisa mulai dengan membawa uang pas-pasan ketika nongkrong di luar. Kalau pemicunya notifikasi diskon atau promo di smartphone, cobalah untuk unfolow toko onlinenya terlebih dahulu. 

Contoh penghalang lainnya yang terbukti efektif adalah dengan memberi waktu jeda. Kalau kamu sudah kepengen banget belanja, kasih waktu jeda 24 jam atau bahkan beberapa minggu hingga satu bulan, sebelum akhirnya kamu putuskan untuk membeli. Hal ini bisa membantu kamu untuk menghindari yang namanya kalap. 

Keempat fokus kembali ke rutinitas yang positif. Karena mengubah kebiasaan pasti ada saat kita kalam akhirnya jadi gagal dan mengulanginya lagi. Sebenarnya hal itu normal, jadi jangan sampai karena gagal sekali kamu langsung berpikir akhir dari segalanya. Jadi kamu bisa segera kembali mencoba mengubah kebiasaannya lagi dan tidak menyerah. 

Kelima cari teman untuk mendukung kamu. Aku pribadi merasa kalau kita punya teman yang baik yang bisa terus mengingatkan dan memberikan semangat buat hemat. Minimal dengan teman yang mendukung kita sama-sama berjuang untuk tidak boros lagi. 

Gimana apakah kamu sudah siap mengubah satu kebiasaan boros kamu di bulan ini? Apa kebiasaan boros yang kamu ingin segera ubah?

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel