-->

Tips dan Strategi Sukses Buka Usaha Furniture Anak

Tips dan Strategi Sukses Buka Usaha Furniture Anak
Prospek usaha kebutuhan untuk anak termasuk produk furnitur sangat cerah, pasalnya setip orang tua yang sayang anaknya pasti ingin membuat anaknya nyaman berada di dalam rumah. Caranya yaitu melalui modifikasi furnitur yang pas dengan selera anak, baik dari hobi, desain, ataupun lainya. Furnitur anak umumnya terbuat dari kayu dan dapat dibentuk seperti lingkaran, persegi, benutuk hewan, bentuk tumbuhan, dan bentuk abstrak seperti awan, gelembung dan lainya.

Tren furnitur anak  tidak berkembang cepat seperti halnya fesyen karena prioritas dari setiap orang tua pada umumnya lebih kepada factor – faktor yang lebih rasional seperti pertimbangan harga dan factor keamanan  dari desain  furnitur tersebut. 

Sampai sekarang furnitur dengan mengedepankan konsep tematik masih sangat bisa untuk merogoh hati anak-anak. Adapun contoh konsep yang banyak diminati adalah desain seperti camping ground, country side, kartun, dan lain-lain.

Furnitur untuk anak juga harus memiliki ciri khas seperti desain yang unik dan lucu, warna-warna yang cerah, namun tetap mengedepankan segi keamanan dan kenyamanan seperti penggunaan cat atau vernis berbahan dasar air (water based), dan mengedepankan produk yang fungsional  dan efisien seperti mengaplikasikan sistem knock down (bisa di bongkar-pasang) sehingga lebih fleksibel dalam penggunaan. Pelayanan juga merupakan hal mutlak yang harus dilakukan untuk membatu konsumen dalam membuat pertimbangan yang baik.

Walaupun bisa saja persaingan akan semakin meningkat dengan adanya pemain baru serta masuknya berbagai produk impor, tetapi produk lokal tetap eksis dan bisa bersaing. Mengingati produk furniture di Indonesia mempunyai berbagai. 

Meski demikian produk impor memiliki kelebihan mutu yang lebih baik karena ditunjang oleh mesin, peralatan dan teknologi yang lebih canggih, terutama untuk produk yang diolah dari bahan plastik yang sangat dibutuhkan kalangan sekolah.

Furnitur adalah produk yang bersifat fungsionsl, oleh karena itu kebanyakan konsumen lebih mengutamakan factor fungsi dan harga. Karena itu, untuk menghadapi produk – produk impor yang lebih menawarkan harga yang lebih terjangkau, para pemain lokal perlu menemukan kelebihannya sendiri, baik itu melalui customer service yang lebih baik, jasa yang beragam, serta desain dengan ciri khas tersendiri. 

Produsen lokal juga terampil dalam membuat furnitur yang mempunyai desain yang menyesuaikan dengan kondisi rumah konsumen serta tidak diproduksi secara berlebihan, dengan kata lain menyesuaikan kebutuhan pelanggan atau konsumen. 

Selain itu harga yang ditawarkanya alangkah baiknya dipatok dari budget konsumen. Dan yang terpenting tentang SDM juga perlu diperhatikan. Untuk itu tenaga kerja yang dipekerjakan alangkah baknya yang betul-betul terampil.

Untuk bisa bersaing, produk furnnitur harus sangat inovatif dari hulu ke hilir, artinya dari mulai tahap awal marketing para pelaku usaha pemula harus bisa mengetahui selera calon konsumen, cara penyimpanan barang, harga yang dapat dipatok, sampai pada packaging produk pada saat di-display di berbagai toko penyalur. 

Dengan produk yang bermutu dan branding yang kuat, produk lokal baru dapat bersaing dengan produk-produk impor yang menawarkan hal yang sama. Produsen lokal, menurut saya lebih berkesempatan untuk bermain di pasar bawah atau pasar atas. Sedangkan produk impor lebih banyak di pasar menengah.

Tips dan Strategi Pemasaran

Untuk memulai usaha furnitur untuk anak, promosi yang terbilang cukup efisien adalah menggunakan media free seperti Facebook, BlackBerry Messenger dan blog. Bisa saja dengan pemasaran lainnya, salah satunya bisa dengan membuka showroom atau mengikutkanya diacara pameran. Karena setiap jenis pemasaran yang dilakukan mempunyai kelebihan dan kekuranganya masing-masing. 

Produsen juga bisa membuka sistem keagenan atau Reseller,  pembagian brosur ke beberapa tempat seperti pos yandu dan sebagainya. Bahkan, dapat pula bekerja sama dengan babby store, babby spa dan lain sebagainya dengan cara titip jual.

Sesuaikan Segmen Pasar

Usaha furnitur anak sudah booming dari beberapa tahun yang lalu, dan saya rasa hingga saat ini perkembangannya semakin melesat. Ada tiga hal yang mendukung hal tersebut.  pertama, pertumbuhan atu tingkat kelahiran anak mencapai 18 % per tahun. 

Kedua, tingkat daya beli masyarakatrela mengeluarkan biaya untuk buah hati mereka. Ketiga, saat ini babby store juga sudah mulai berkembang, hal ini tentunya dapat dimanfaatkan supplier maupun produsen untuk memasarkan produknya.

Perkembangan tersebut juga harus disejajarkan dengan inovasi dan kretivitas produsen agar mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat. Inovasi dan kreativitas produsen menjadi faktor utama maju dan berkembangnya usaha ini. Dengan mengikuti tren dan perkembangan furnitur yang ada produsen dapat menggabungkan kreasinya dengan bentuk – bentuk desain yang digemari anak.

Produsen dapat membuat produk sesuai segmen pasar yang dipilih. Segmen pasar dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Untuk kalangan bawah, produknya menyesuaikan harga jual, sehingga bahan baku, jenis dan bentuk menyesuaikan  harga dengan tetap memperhatikan  kualitas produk. 

Begitu pula dengan kelas menengah yang hampir sama selera segmen produknya dengan kalangan bawah. Bedanya bahan, jenis, dan bentuk produk memiliki nilai lebih dari produk furniture untuk kalangan bawah. Namun, akan berbeda dengan kalangan atas yang lebih mementingkan kulitas ketimbang harga. Produsen dapat menetapkan harga yang tinggi, namu harus pula diimbangi dengan kualitas produk dan bahan baku.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel