-->

3 Tips Orang Tua Memberikan Teladan yang Baik Bagi Anak

3 Tips Orang Tua Memberikan Teladan yang Baik Bagi Anak

Kata orang tua dulu membesarkan anak itu ‘gampang-gampang susah’. Gampang, karena anak kecil biasanya lebih mudah untuk diatur, terutama untuk anak yang memiliki perilaku baik.  Tetapi, tidak sedikit orangtua yang merasa susah sehingga kewalahan dalam membesarkan anak sehingga mereka tidak tahu harus bagaimana menghadapi anaknya yang sulit diatur, tidak patuh, tidak peduli dan bahkan sering menyakiti perasaan orangtuanya dengan membentak dan melawan. Orangtua sering bertanya, apa dosa kami?, apa salah kami?, kurang apa dari kami? 

Orang tua merasa telah memberikan semua kepada anaknya seperti memberikan pakaian yang bagus, uang, mainan, dan makanan. Tapi kenapa anak masih saja tidak mau sopan, patuh, disiplin ataupun bertanggung jawab?

Perlu kita ketahui bahwa seorang anak bukan hanya memerlukan kebutuhan jasmani saja seperti uang untuk membeli mainan dan makanan, sekolah di tempat yang bergengsi, dan pakaian yang mahal. Tapi, pastinya ada kebutuhan lain yang bisa menjadikan anak menjadi lebih berarti. 

Kebutuhan tersebut adalah terpenuhinya kebutuhan rohani seperti kasih sayang, cinta, perhatian, dan pujian terutama dari orang-orang terdekatnya, terutama orang tua.

Kita pasti mengetahui bahwa keluarga adalah sekolah yang paling utama bagi anak. Tempat dimana seorang anak pertama kali mendapatkan pelajaran tentang bagaimana ‘hidup’. 

Orang tua adalah guru pertama yang mengajarkan dan membimbing anak bagaimana berperilaku baik. Untuk itu, ada beberapa unsur pokok yang perlu orangtua lakukan agar mudah dalam mendidik anak supaya berperilaku baik, yaitu memberikan kasih sayang, bersikap sabar, dan memberikan tauladan (Mahmud Al-Khal’wi dan Muhammad Said Mursi 2007):

Cinta dan kasih sayang

Cinta dan Kasih Sayang

Memaksa dan menindak dengan kekrasan bukan cara yang baik untuk mendidik anak. Perbuatan tersebut bukan solusi, malah justru sebaliknya. Pemaksaan atau kekerasan yang dilakukan oleh orang tua sebagai cara untuk mendidik anak dapat mendorong timbulnya masalah baru dalam diri anak. Anak akan mengalami luka batin atau berperilaku keras dan kasar karena ia akan menganggap bahwa kekerasan dan pemaksaan adalah cara biasa untuk menyelesaikan masalah.

Sebagai orang tua yang mendambakan anaknya memiliki perilaku terpuji, hendaklah orangtua tersebut mendidiknya dengan penuh kelembutan, cinta dan kasih sayang. Berikanlah sesuatu yang terbaik kepada anak, sehingga suatu saat nanti iapun akan mampu memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya, termasuk kepada orangtuanya. Anak pasti akan mampu menyuguhkan kasih sayang, cinta dan kelembutan jika anak tersebut memiliki semua itu.

Orang tua yang memberikan segudang cinta kepada anak akan mampu membuat anak menjadi ’jatuh cinta’ kepada orang tuanya. Kita semua tentu setuju bahwa jika seseorang telah jatuh cinta maka ia akan melakukan segalanya untuk membahagiakan orang yang dicintainya, begitu juga pada anak. Anak yang cinta dengan orang tua pasti akan mendengarkan kata yang orang tua katakan mereka, dan yang paling penting anak pasti tidak akan melakukan hal yang orang tuanya.

Kesabaran

Kesabaran

Pada umumnya sebuah proses yang dilakukan dengan tergesa-gesa akan sulit untuk menghasilkan sesuatu yang maksimal. Contohnya, ketika seorang ibu membuat sebuah kue ulang tahun. Kue yang dibuat sang ibu tersebut bila dilakukan dengan tergesa-gesa dapat menimbulkan beberapa kemungkinan yang membuat tampilan, rasa ataupun warna makanan boleh jadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Hal di atas mungkin tidak akan jauh berbeda hasilnya jika orang tua membesarkan anak dengan sikap tidak sabar (terburu-buru). Mendidik, merawat dan membimbing anak selain perlu waktu tentunya memerlukan kesabaran dari pendidiknya, yaitu orangtua. Dalam membesarkan anak bukan dilakukan dengan cara yang instan. 

Ada hal-hal tertentu yang memerlukan kesabaran dalam melaksanakannya, seperti pada saat orang tua menghadapi anak yang melakukan kesalahan atau ketika orang tua sedang menerapkan sikap disiplin kepada anak. Tindakan menasehati, membimbing dan mengarahkan anak selain memerlukan ilmu dan keterampilan juga diperlukan sebuah kesabaran. 

Untuk itu orang tua harus sering menasehati, memberikan contoh berulang dan mengingatkan. Untuk itu, jika orang tua tergesa-gesa dalam bertindak kemungkinan masalah yang terjadi bukannya cepat selesai tetapi sebaliknya akan menimbulkan masalah baru seperti orang tua dan anak mengalami stres dan salah faham.

Teladan yang baik

Teladan yang Baik

Pada dasarnya semua anak suka meniru. Salah satu bentuk perilaku yang ia miliki sebagian besar diperolehnya dengan cara mencontoh dari orang-orang yang berada di dekatnya. Oleh sebab itu, orang tua dan anggota keluarga lainnya perlu berhati-hati dalam bersikap dan bertindak terutama ketika sedang berada di dekat anak.

Anak akan meniru oleh apa yang lakukan dan diperlihatkan kepada anak tersebut. Orangtua tidak mungkin mengharapkan anaknya untuk tidak berbohong jika dalam berbicara orangtua tersebut selalu berbohong. Begitu juga dalam hal menanamkan perilaku terpuji pada anak, seperti sikap sabar, disiplin dan bertanggung jawab perlu sebuah tauladan dari orangtua kepada anaknya. 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel